Deswita Alifia Damayanti

Perempuan, 8 tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>meditasi09.blogspot.com
=>deswitaku.blogspot.com
=>sangsurya09.blogspot.com
=>deswita16@gmail.com
::
Start
Deswita Alifia D™ Vivi
Shutdown

Navbar bawah

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label kota bogor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kota bogor. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juni 2015

Sejarah Bogor. Tanggal 03 Juni 2015 adalah Hari Jadi Bogor yang ke 533


Bogor yang dimaksud dalam saat ini adalah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.

Asal Usul Nama Bogor

Dari mana asal usul nama Bogor? Berikut cuplikan bebas dari tulisan Ahmad Suwardi dan Eman Soelaeman dengan judul ‘Dari Mana Asalnya Nama dan Hari Jadi Bogor?’ dalam buku ‘Milangkala ka 521. Tetenger Urang Bogor Pakeun Heubeul Jaya Dina Buana’,  terbitan 2003, yang disusun oleh Wawan Aries Setiawan.

Asal kata Bogor bisa berasal dari kata: (1)  bokor, (2) bakor, (3) baghar/baqar, dan (4) Buitenzorg. Kenapa bokor bisa dijadikan Bogor. Dahulu kala ada dua orang juru pantun yang sangat terkenal pada jamannya, yang dua duanya sangat hafal verbal tentang riwayat Pajajaran dan babad Bogor seperti yang pernah disusun pada tahun 1925. Juru pantun itu adalah: Pa Cilong dan Aki Rambeng. Dalam salah satu pantun yang dikarang Pa Cilong seperti yang termuat dalam naskah Pancer Pajajaran yakni Pantun Bogor. Bokor disini artinya ‘tunggul’ kawung (bagian bawah dari pohon kawung sisa tebangan. Kawung adalah bahasa Sunda, dalam bahasa Indonesia-nya adalah pohon nira atau enau). Bukti bahwa Bogor sebagai habitat pohon kawung/enau atau nira, adalah ada beberapa tempat di Bogor yang menggunakan kata kawung, seperti: Kawungluwuk, Cikawung, dan Bantar Kawung.  Ada yang berpendapat lain, bahwa Bogor berasal dari bakor. Bakor artinya bakul logam yang terbuat dari nikel, tembaga, perak, kuningan dan lainnya. Kalau teori asal usul nama Bogor berasal dari kata bakor, berarti Bogor berdiri pada jaman dan budaya logam, padahal jaman logam sudah lewat ketika cikal bakal Bogor akan tumbuh. Kalau menggunakan teori bahwa kata bogor berasal dari baghar/baqar dimana kata berasal dari bahasa Arab tersebut artinya sapi. Artinya Bogor berdiri setelah bangsa Arab bermukim di Bogor. Padahal orang Arab yang bermukim di Bogor dimulai pada awal abad 19 atas prakarsa Belanda. Yang terahir ada teori yang menyatakan bahwa kata bogor adalah plesetan dari kata Buitenzorg. Kata Buitenzorg adalah nama resmi Bogor pada masa penjajahan Belanda. Arti buitenzorg kira-kira sama dengan ‘keluar dari kesibukan’, ‘tanpa urusan’ atau ‘tanpa kesibukan’. Nama Buitenzorg sebenarnya adalah untuk rumah persinggahan (bukan istana), dimana nama itu diberikan pada tahun 1745 oleh Gubernur Jenderal Belanda bernama G.W. Baron. Van Imhoff  karena setiap perjalanan dari Batavia ke istana gubernur jenderal di cipanas-puncak, mampir singgah untuk beristirahat di tempat vila Buitenzorg ini.

yang pada tahun 1750-1752, Bogor diserang Kerajaan Banten. Dan Bogor hancur termasuk rumah persinggahan Buitenzorg. Bangunan itu kemudian sedikit demi sedikit dibangun kembali oleh Gubernur Jenderal Belanda yang baru - Yacob Mossel. Namun, pada tanggal 10 Oktober 1834 terjadi gempa bumi hebat, yang meluluh lantakan Bogor termasuk ‘istana Buitenzorg’ pada waktu itu. Setelah terjadi gempa bumi hebat, istana Buitenzorg dibangun kembali dan selesai pada tahun 1850. Dan pada tahun 1870, istana Buitenzorg atau Istana Bogor ditetapkan sebagai kediaman resmi Gubernur Jenderal Belanda (Buku Istana Presiden. 1979).

 Kembali ke cerita Buitenzorg, padahal sebelum Van Imhoff membangun Buitenzorg berupa rumah persinggahan, disekitar tempat itu sudah ada pemukiman, seperti: kampung  Bantarjati, kampung  Sempur, kampung Baranangsiang, dan kampung Panaragan. Gugurlah teori asal usul kata Bogor berasal dari Buitenzorg.

Sehingga atas penelusuran etimologi dan histori, maka versi pantun Pa Cilong lebih masuk akal. Jadi nama Bogor berasal dari kata bokor yang berarti ‘tunggul’ yaitu sisa tebangan pohon kawung/nira. Perlu diingat bahwa tunggul kawung kalau dibuat kayu bakar, apinya tidak membara tetapi tidak juga padam. Kayu bakar tunggul kawung bersifat ngelun atau apinya walaupun kecil tetapi dapat hidup lama seperti halnya arang kayu bakau. Jika dijadikan tiang rumah, kekuatannya akan puluhan tahun. Dan jika kaki menyenggol tunggul kawung, lukanya menjadi borok menganga yang sukar sembuh. Makna dari bogor sebagai tunggul pohon kawung/nira/enau adalah orang Bogor tidak mudah terprovokasi, walaupun di tempat lain terjadi keributan, tetapi di Bogor tetap ayem tentrem, adem ayem, dan aman. Begitu juga kepemimpinan orang Bogor adalah ajeg tangguh dan hasil karyanya dapat bersifat monumental.

Kenapa Tanggal 3 Juni Dijadikan Hari jadi Bogor?

Pada tanggal 03 Juni 2015, warga Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, bersama –sama memperingati hari jadi-nya yang ke 533. Dari mana asal usul penetapan tanggal 3 Juni sebagai hari jadi Bogor?

Terinspirasi oleh hari jadi Kota Jakarta, pada tahun 1968 muncul gagasan dari pemerintah Kotamadya Bogor untuk menetapkan hari jadi Kota Bogor. Pada tahun 1971, setelah melalui pendekatan dan pembicaraan atara pemerintah Kota madya Bogor dan pemerintah Kabupaten Bogor (waktu itu kantor pemerintah kabupaten bogor berada di jalan Panaragan Kotamadya Bogor) dan ditindak lanjuti pertemuan pertemuan antara pimpinan DPRD kotamadya Bogor denga DPRD kabupaten Bogor. Dari pertemuan pertemuan itu disepakati tanggal hari jadi bogor. Pada tanggal 03 Juni 1972, dalam sidang gabungan istimewa antara DPRD Kotamadya Bogor dan Kabupaten Bogor yang bertempat di Lobby Gedung Merdeka (yang kini jadi Mall Merdeka), disepakati bahwa hari jadi Bogor adalah tanggal 03 Juni. Bogor disini terdiri dari kotamadya Bogor dan kabupaten Bogor.Kenapa tanggal 03 Juni disepakati sebagai hari jadi Bogor?

Ada 3 hal sumber sejarah yang menjadi pijakan utama, yaitu:

1.   Tokoh Prabu Siliwangi sama dengan tokoh Sri Baduga Maharaja,

2.   Prabu Siliwangi dinobatkan sebagai raja, 97 tahun sebelum kerajaan Pakuan Pajajaran runtuh karena serangan kerajaan Banten, dan

3.   Sejak Sri Baduga Maharaja dinobatkan, ibu kota kerajaan yang semula di Kawali (Ciamis) dipindahkan ke Pajajaran Bogor dan tidak berpindah pindah lagi sampai keruntuhannya.

Dengan demikian, diketahui bahwa Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja dinobatkan sebagai Susuhunan Pajajaran pada tahun 1482 masehi. Inilah pijakan penentuan tahun dibangunnya Bogor. Tahun sudah didapat, kemudian bagaimana menentukan tanggal dan bulan mulai dibangunnya Bogor?

Dari naskah pantun bogor, terungkap bahwa kerajaan Pajajaran pada setiap tahun selalu mengadakan upacara gurubumidan upacara kurewabhakti sebagai upacara syukuran atas hasil panen pada tahun tersebut. Upacara ini dihadiri oleh para raja-raja daerah dengan pengiringnya. Dalam naskah pantun bogor tersebut, diceritakan bahwa upacara tersebut dimulai 49 hari setelah penutupan musim panen yang berlangsung selama 9 hari, dan ditutup dengan upacara kawerabhaktipada bulan purnama.

Dalam kalender pertanian tradisional seperti yang dipakai oleh masyarakat Kanekes Baduy, musim tanam padi akan jatuh pada musim kapat (musim labuh) yang jatuh pada tanggal 13 Oktober pada setiap tahun. Dengan perkiraan pada tanggal 13 Oktober, musim tanam padi telah selesai, dan masa tanam padi selama 5 bulan 10 hari, maka musim panen akan jatuh pada bulan Maret sampai awal bulan april. Maka upacara kawerabhakti (49 hari+9 hari), maka akan jatuh pada bulan Mei atau awal bulan Juni. Dan paling lambat pertengahan bulan Juni, karena tanggal 22 Juni sudah berlaku kalender baru atau mangsa kasa.

Dengan perhitungan tersebut, upacara kawerabhakti pada waktu itu jatuh pada tanggal 03 Juni 1482.  

Pada upacara kawerabhakti,semua raja daerah hadir di kerajaan Pakuan Pajajaran. Dan pada tanggal 3 Juni 1482 tersebut adalah tanggal dinobatkannya Sri Baduga Maharaja atau yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama Prabu Siliwangi dinobatkan sebagai Raja Susuhunan Pajajaran yang berpusat di Pakuan yang terletak di Bogor. Pada saat yang sama, sekaligus juga pemindahan pusat kerajaan yang sebelumnya berada di Kawali Ciamis ke Pakuan.

Itulah sejarahnya kenapa tanggal 03 Juni 1482 dijadikan sebagai hari jadi Bogor.

Bogor Pada Masa Penjajahan

Seperti apa yang ditulis Dewi Panji (2008) dalam buku 'Jalan Panjang Bogor.  Waktu antara Pajajaran 'sirna' (karena serangan Panembahan Yusuf dari Kerajaan Banten) sampai 'ditemukan' kembali (yang kurang lebih memakan waktu satu abad lebih) oleh ekspedisi Scipio, ditemukan sebagai 'puing' yang diselimuti hutan tua (gehel met out bosh begroet zinde 1703).  Pada jamannya 'Bogor' pada waktu itu berpenduduk 48.271 jiwa, kota dengan penduduk terbesar no 2 di Nusantara, setelah Demak dengan jumlah pendudunya 49.197 jiwa. bahkan dua kali lipat dari jumlah penduduk Pasai yang jumlahnya 23.121 jiwa.

Pada jaman Belanda, semasa pemerintahan Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff, tepatnya tahun 1872, sempat dibuat perencanaan tata ruang wilayah Bogor termasuk rencana penyebaran penduduknya. Bangsa Eropa yang dianggap sebagai warga utama pada waktu itu, ditempatkan di pemukiman kelas satu yaitu di daerah Kedung Halang (sekarang di sekitaran Taman Kencana) yang memiliki pemandangan sangat indah. Jalan-jalannya diberi nama dengan kosakata kental Belanda, seperti: Koningen weg, Beatrix weg, Jan Pieter Zoon Coen weg, Juliana weg, masing-masing untuk nama jalan (saat ini): Papandayan, Cikuray, Pangrango, dan Tangkuban Perahu. Saat ini di jalan-jalan tersebut sedang terjadi perubahan fungsi, dari pemukiman menjadi hotel, restoran, cafe, dan lainnya.

Kembali kepada Gubernur Jenderal VOC yaang hobi naik kereta api. Untuk lebih memberikan pelayanan yang memadai kepada Gubernur Jenderal beserta tamu-tamunya, maka dibangunlah hotel Du Chemin De Fer, orang Bogor jaman dulu menyebutnya Semin Defer, sementara orang Belanda menyebutnya Spoor hotel. Bekas hotel tersebut sekarang menjadi kantor Polwil Bogor yang terletak di seberang Taman Topi.

Groote Post Weg yang sekarang jalan Juanda, berawal dari depan Istana Bogor sampai di depan Kantor Pos. ini adalah boulevardnya Bogor. Disitu ada rumah sakit militer atau militere hospital yang kini bernama rumah sakit Salak, Kantor CPM, sekolah Regina Facis yang dulu bernama klooter, yang pada jaman pergolakan rakyat melawan Belanda pernah dijadikan tempat pengungsian sementara bagi keluarga-keluarga Belanda.

Sampai tahun 1872, ibukota Kabupaten Bogor masih berada di Empang. Kata Empang berarti kolam besar. bangunan kantor kabupaten berada di sebelah selatan alun-alun Empang dan di sebelahnya ada kolam besar. Bupati Bogor pada waktu itu tinggal di wilayah Empang ini.
Oleh pemerintahan Belanda pada waktu itu, wilayah Empang dikhususkan bagi pemukiman orang-orang Arab.    

Di masa pendudukan Inggris, Gubernur Jenderal Thomas Raffles, banyak berjasa membangun Bogor, dengan merenovasi Istana Bogor dengan menjadikan kebun raya pada sebagian tanah istana, serta mempekerjakan ahli pertamanan untuk menata Bogor sebagai tempat peristirahatan.





Harapan Ke depan

Saya bangga menjadi warga Kota Bogor, saya banyak mendapatkan kehidupan yang baik di Bogor. Walaupun Bogor harus segera berbenah, terutama dalam hal membangun: infrastruktur, fasilitas publik, dan sistem transportasi. Dan itu tidak mudah dilakukan, karena Bogor memiliki kompleksitas persoalan yang relative lebih rumit, keterbatasan lahan, dan masalah kependudukan. Tapi saya yakin, ke depan, Bogor akan jauh lebih baik.  Bogor akan menjadi sebuah kota humanis, kota berkelanjutan, kota sehat, kota ramah lingkungan, atau nama istilah lainnya yang sederajat. Kota humanis adalah konsep kota yang mempertimbangkan factor kemanusiaan, dengan konsep kota kompak, terproyeksi (smart growth) yang mengikuti konsep hemat energi, ekologis, transportasi humanis, ramah lingkungan hidup, dan layak huni (Wunas, S. 2011).  

Selamat untuk Bogor, baik Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor, dan semoga kenyamanan dan kesejahteraan warganya meningkat terus. Selamat hari jadi Bogor ke 533.

Referensi buku: 
1.   Istana Presiden Indonesia. 1979. Diterbitkan oleh Sekretariat Negara Republik Indonesia 
2. Pandji, Dewi. 2008. Jalan Panjang Bogor. Inti Deraya. Bogor  
3.   Setiawan, Wawan Aries. 2003. Milangkala ka 521. Tetengger Urang Bogor Pakeun Heubeul Jaya Dina Buana. Terbitan Yayasan Caraka Mitra Pakuan. Bogor.
4. Wunas, Shirly. 2011. Kota Humanis. Integrasi Guna Lahan & Transportasi di Wilayah Suburban. Penerbit Brilian Internasional. Surabaya. 112 hal

Tugu Kujang, Tetenger Kota Bogor
Bogor Kota yang sejuk dan tenteram

Istana Bogor
Kebun Raya Bogor sebagai Icon Bogor
Jungle Land tempat rekreasi baru di Bogor
Para pemetik the di kebun teh Puncak-Bogor
Sistem transportasi kota Bogor yang perlu dibenahi
Pasar yang perlu dibenahi
Pedestrian di kota Bogor yang perlu perbaikan
Kampung Empang di Kota Bogor
Fasiltas Publik di Kota Bogor perlu disediakan
Tema peringatan hari jadi Bogor ke 533: berpayung bersama
Pawai budaya pada tg 30 Mei 2015 di kota Bogor
Walikota Bogor, Bapak Bima Arya pada Festival Budaya 2015

Read More --►

Kamis, 26 Desember 2013

Ke Bogor yuk...

Diantara kota sekitaran Jakarta (Bogor, Tanggerang, dan Bekasi/BOTABEK), Kota Bogor adalah kota yang yang cocok untuk menjadi tempat wisata. Lokasinya mudah dijangkau dari Jakarta, baik mau menggunakan kereta listrik, Bus DAMRI bandara, bus umum, dan moda angkutan lainnya. Dan banyak hal yang dapat dinikmati dari kota ini. Walaupun sedikit merasakan kesumpekan dengan banyaknya masyarakat yang beraktifitas di jalanan serta kemacetan lalu lintas di beberapa titik di pusat kota. Hal tersebut dapat dimaklumi karena Kota Bogor seperti halnya kota-kota lainnya di Indonesia sedang bertranformasi dari wilayah agraris menjadi kota jasa sehingga sebagian besar masyarakatnya beralih profesi dari seorang petani menjadi penjaja jasa. Beralih profesi dari petani menjadi penjaja jasa, lebih dikarenakan lahan pertaniannya sudah berubah fungsi menjadi wilayah pemukiman, tempat bisnis semacam ruko, dan lainnya. Disamping itu, pada saat ini bertani sudah tidak ekonomis lagi. Masalahnya, karena keterbatasan keahlian yang dimiliki mereka dan sempitnya kesempatan kerja formal yang tersedia maka mereka berbondong-bondong bekerja serabutan sebagai kuli, buruh, tukang ojek, pedagang asongan, pedagang kaki lima dan jenis-jenis pekerjaan lainnya yang tidak membutuhkan skill dan modal yang banyak. Umumnya, tempat aktifitas para pekerja informal ini teronsentrasi di sekitaran jalan-jalan kota. Sehingga menjadi maklum apabila di jalanan terlihat banyak orang menumpuk dan terjadi kemacetan lalu lintas.

Kota Bogor dengan suhu udara antara 250 sampai 300C cukup sejuk untuk menjadi tempat jalan-jalan. Ada 3 jenis/tempat wisata di kota Bogor yang saya rekomendasikan, yaitu: (1) mengunjungi Kebun Raya, (2) wisata kuliner, dan (3) wisata MICE (meetings, incentives, conferencing, and Exhibition). Kebun Raya atau Botanical Garden di kota Bogor yang dibangun pada tahun 1817 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada waktu itu, yaitu Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen sebagai kebun koleksi tumbuhan obat. Kini Kebun Raya Bogor memiliki koleksi tidak kurang 15000 tumbuhan dari seluruh penjuru Indonesia. Kebun Raya yang jadi icon Bogor menjadi tempat wisata pendidikan yang baik dan kebun raya ini adalah oase terahir di Bogor, sebelum banyak lahan berubah fungsi menjadi gedung-gedung tinggi.

Kota Bogor adalah surganya bagi penyuka wisata kuliner, mau makanan asal daerah mana saja di Indonesia, bisa didapatkan dengan mudah di kota Bogor ini. Tapi saya punya saran kalau mengunjungi kota Bogor jangan sampai lupa yang berikut ini: talas bogor, lapis talas bogor, asinan bogor, soto mie bogor, toge goreng, dan es sekoteng.

Urusan MICE, kota Bogor juga sanggup melayaninya dengan sempurna. Saat ini sudah banyak sekali berdiri hotel-hotel dari berbagai kelas yang dipakai untuk kegiatan MICE. Para peserta MICE menyenangi tempatnya di kota Bogor, selain pelaksanaan kegiatan utama MICE dapat tercapai, juga setelah itu para peserta dapat jalan-jalan untuk memuaskan minat kulinerinya dan belanja-belanja barang fashion yang banyak tersebar di berbagai toko dan FO di kota ini.

Jadi, yuk kita ke kota Bogor.
Istana Negara di Bogor
Tugu Kujang ciri khas Kota Bogor
Aktifitas masyarakat Kota Bogor di pinggir jalan
Beberapa simpul kemacetan di kota Bogor
Gerbang Kebun Raya Bogor
Salah sudut di dalam Kebun Raya
Masih banyak tempat bagus di Kota Bogor
Banyak pedagang buah di kota Bogor
Pedagang buah di kota Bogor
Pedagang talas
Es sekoteng di Jalan Sawojajar
Asinan bogor
 
 
 

  
Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving