Deswita Alifia Damayanti

Perempuan, 8 tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>meditasi09.blogspot.com
=>deswitaku.blogspot.com
=>sangsurya09.blogspot.com
=>deswita16@gmail.com
::
Start
Deswita Alifia D™ Vivi
Shutdown

Navbar bawah

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Februari 2016

Wisata Selam, Diving di Pulau Weh Kota Sabang - Aceh

https://www.scribd.com/doc/300085524/Titik-Selam-di-Pulau-Weh-Kota-Sabang (Link Download)



Dengan dibukanya rute penerbangan langsung dari Medan ke Sabang oleh maskapai Garuda sejak Februari 2015 telah membuka potensi ekonomi Sabang yaitu salah satunya adalah wisata bahari. Kota administrasi Sabang sendiri memiliki wilayah daratan seluas 156,3 km2 yang didominasi oleh luas Pulau Weh yaitu 121 km2 ditambah luas daratan pulau-pulau kecil lainnya, yang terdiri dari pulau Rubiah, pulau Seulako, pulau Roko, dan pulau Rondo. Pulau Rondo adalah salah satu pulau kecil terluar yang menjadi acuan batas wilayah NKRI. Dan Kota Sabang terletak di dalam Pulau Weh tersebut
Posisi pulau Weh di selat Malaka sangat penting dan sangat strategis karena berada di pertemuan Samudera Hindia di sebelah timur dan Samudera Pasifik di sebelah barat. Kondisi strategis ini menjadikan pulau Weh sangat menarik secara ekonomi. Selain itu, ternyata pulau Weh menyimpan potensi wisata bahari yang tinggi, seperti; wisata pulau kecil dan wisata selam. Wisata selam telah menjadi tujuan utama pelancong atau turis datang ke Sabang. Setidaknya terdapat 538 jenis ikan yang ada di laut pulau Weh dan walaupun jenis karang keras dan karang lunak yang ada  cenderung homogen atau tidak terlalu beragam namun kondisinya sangat baik.
Fokus wisatawan yang datang untuk menyelam di pulau Weh, umumnya tertuju kepada dua tempat yang ramai dikunjungi, yaitu: Gapang atau Pantai Dermaga Teupin Layu di Iboih.
Underwater landscape pulau Weh benar-benar masih jarang tersentuh. Setiap ekosistem kehidupan bawah airnya menawarkan sesuatu yang spektakuler untuk setiap tingkat pengalaman menyelam. Karakter titik selam di pulau Weh cukup beragam. Hampir seluruh situs selam memiliki daya tarik untuk keperluan photography bawah air. Bagi penyelam berpengalaman, dapat mencoba penyelaman di situs Sophie Wreck, bangkai kapal kargo sisa Perang Dunia ll pada kedalaman 60 m, atau menguji adrenalin di situs selam Arus Paleeyang dalam Bahasa Inggrisnya disebut bastrad current atau dalam Bahasa Indonesia disebut arus bajingan. Tentu sesuai namanya, arus disini dikenal liar dan kuat. Kalau mau mencoba sensasi gunung api bawah laut, di titik selam pulau Weh bisa mencoba underwater volcano.
Sangat menarik, yuk pergi ke Pulau Weh   

Letak Kota Sabang di Pulau Weh dan Beberapa Situs Selam/Diving



Read More --►

Jumat, 12 Februari 2016

Situs Selam di Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida Bali

https://www.scribd.com/doc/299144694/Wisata-Selam-di-Kawasan-Konservasi-Perairan-Nusa-Penida-Bali (link download)

https://youtu.be/vJQ2t2hl8fk (Video)

Sekilas Tentang Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida

Sejak tahun 2010, pulau-pulau kecil Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan beserta perairan sekitarnya sudah dideklarasikan dicadangkan sebagai kawasan konservasi perairan melalu Peraturan Bupati Klungkung No. 12 tahun 2010 tanggal 7 Juli 2010 dengan sebutan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida. Alasan penting kawasan perairan ini dijadikan kawasan konservasi adalah di perairan ini terdapat ekosistem dan biota perairan yang lengkap. Disini terdapat ekosistem karang, mangrove, dan ekosistem padang lamun. Disini pula terdapat biota perairan eksotis, endemis, unik, dan terancam punah, seperti: ikan mola mola (sunfish), pari manta (manta ray), hiu, hiu paus (whale shark) dan lainnya. Ikan mola mola dapat dijumpai di seluruh perairan tropis di dunia, namun hanya di perairan Nusa Penida kapan dan dimana kemunculan mola mola dapat diprediksi. Mola mola muncul pada bulan Juli sampai Septemper pada setiap tahunnya. Di kawasan konservasi perairan ini-pun merpakan jalur migrasi dari paus dan lumba-lumba. Untuk jenis karang yang dapat ditemui di kawasan konservasi peraiaran ini, antara lain: porites sp, acropora sp, montipora sp, favia sp, favites sp, dan sponge. Selain alasan tersebut, perlu diingat juga bahwa Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida terletak di sudut barat daya segitiga karang dunia (coral triangle).

Kawasan konservasi peraiaran nusa penida dikenal dengan kondisi arus yang keras karena terletak di antara Selat Badung dan Selat Lombok dan adanya palung laut yang dalam diantara selat Nusa Penida dan Nusa Ceningan. Di perairan ini juga merupakan Indonesian Through Flow (ITF) yang menghubungkan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Rentang suhu di perairan ini antara 140 – 310 C. maka untuk menghindari hypothermia, disarankan bagi para penyelam untuk memakai pakaian selam (wet suit) dng ketebalan minimal 5 mm dan penutup kepala (hood) karena suhu di bawah laut yang dingin dan sewaktu-waktu bisa terjadi thermoclime dimana air bersuhu dingin dari perairan dalam kerap naik ke permukaan.

KKP Nusa Penida mencakup luasan 20.057 ha dengan batas luar 1 mil (1,8 km) dari garis pantai, dibagi kedalam 3 zona, yaitu zona inti (no take zone), zona pemanfaatan terbatas (wisata bahari, budidaya rumput laut, dan perikanan), dan zona lainnya (peruntukan kegiatan rehabilitasi).

Beberapa titik penyelaman di Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida adalah: Manta Point, Secret Manta, Toyapakeh Point, Toyapakeh Wall, SD Point, Pura Ped, Buyuk Point, dan lainnya.

Perairan Nusa Penida yang memiliki keindahan bawah laut dan keanekaragaman hayati laut yang luar biasa telah banyak menarik turis manca negara untuk datang ke perairan ini. Setidaknya 200.000 turis/tahun datang berkunjung ke perairan Nusa Penida ini. Dan sumbangan terhadap Product Domestic Bruto (PDB) terhadap wisata bahari Kabupaten Klungkung, 80% nya disumbang dari pendapatan turisme perairan Nusa Penida. Maka, sebagai upaya agar aspek lingkungan dan aspek ekonomi dapat berjalan secara berkelanjutan, maka sudah tepat apabila perairan Nusa Penida dijadikan sebagai Kawasan Konservasi Perairan.

Bagaimana menuju ke lokasi Kawasan Konservasi Peraiaran Nusa Penida-Bali?

Apabila anda sudah berada di Bali, arahkan anda ke Pantai Sanur, kemudian dari lokasi tempat penyeberangan Pantai Sanur, anda tinggal naik kapal / boat yang secara regular menyeberang ke Nusa Lembongan atau Nusa Penida.

Untuk akomodasi di Nusa Lembongan, walaupun disana tersedia penginapan sampai hotel, alangkah baiknya kalau anda reservasi jauh-jauh hari terlebih dahulu.
Nusa Penida Bali

Dari Pantai Sanur menuju Nusa Penida / Lembongan

Nusa Lembongan

Pantai Nusa Lembongan

Turis yang datang dan pergi



Dimana anda akan menginap?


Transportasi di Nusa Lembongan

Infrastruktur jalan di Nusa Lembongan

Nusa Lembongan

Posisi KKP Nusa Penida di Coral Triangle

KKP Nusa Penida

Zonasi di KKP Nusa  Penida





Wisata selam melihat mola mola (sunfish)

Wisata selam melihat pari manta di KKP Nusa Penida

Jalur migrasi Pari Manta di sekitar KKP Nusa Penida

Kehidupan masyarakat Nusa Penida

Read More --►

Kamis, 11 Februari 2016

Pesona Selam di Kabupaten Kepulauan Anambas

Pesona Selam Kepulauan Anambas (link download)

https://youtu.be/ztb2Mvt2RWg

Kabupaten Kepulauan Anambas pada masa kolonial merupakan pemerintahan setingkat kewedanan saja. Namun, setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Kabupaten Kepulauan Anambas  terbentuk melalui Undang-Undang No. 33 Tahun 2008 tanggal 24 Juni 2008 . Berdasarkan Undang-Undang tersebut, Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki luas wilayah 46.664,14 km2  atau 2,47% dari total luas Negara Indonesia (1.890.754 km2) yang terdiri dari luas daratan 592,14 km2 (1,27%) dan luas laut 46.033,81 km2 (98,73%) dengan panjang garis pantai 1.128,57 km yang dihiasi oleh 255 pulau dimana 5 pulau nya merupakan pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga. Kabupaten Kepulauan Anambas  terbagi menjadi 6 kecamatan, 2 kelurahan, dan 32 desa.
Berangkat dari potensi daerah Kabupaten Kepulauan Anambas dalam bidang kelautan yang sangat tinggi, baik keanekaragaman hayatinya maupun potensi wisatanya, maka sebagian wilayah kabupaten ini dijadikan kawasan konservasi perairan. Pada tahun 2011 melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor KEP.35/MEN/2011 tentang Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN) Kepulauan Anambas dan laut sekitarnya. Dalam Keputusan Menteri tersebut disebutkan bahwa KPPN ini dicadangkan sebagai Taman Wisata Perairan (TWP) Kepulauan Anambas dan laut sekitarnya seluas 1.262.685 ha.

Di kawasan konservasi perairan inilah banyak titik selam yang sangat indah yang layak untuk dikunjungi.
Buku: Pesona Selam Kepulauan Anambas


Read More --►

Pedoman Umum Wisata Lumba-Lumba

Pedoman Umum Wisata Lumba Lumba (link download)
Wisata melihat lumba-lumba (dolphin) di alam perairan alaminya yang merupakan bagian dari wisata bahari, sangat potensial dikembangkan di Indonesia. Sampai tahun 1998 saja, sudah ada 87 Negara dan 495 komunitas yang menyelenggarakan wisata melihat lumba-lumba di alam perairannya (Hoyt, 2001). Di Indonesia, ada 2 tempat wisata melihat lumba-lumba yang sudah berkembang, yaitu: di Pantai Lovina Bali dan di Teluk Kiluan Lampung.
Namun demikian, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999, lumba-lumba merupakan biota yang berstatus dilindungi. Sehingga tidak bisa melakukan sembarangan memanfaatkannya.
Karakter wisata melihat lumba-lumba di alam perairan alaminya adalah adanya kecenderungan yang meningkat untuk berinteraksi antara turis dengan lumba-lumba itu sendiri. Interaksi tersebut dapat menimbulkan dampak buruk terhadap kehidupan lumba-lumba dan bahkan tidak baik pula untuk keamanan turis-nya sendiri.
Tujuan dari buku Pedoman Umum Wisata Lumba-Lumba ini adalah:
1. Menghindari terganggunya lumba-lumba ketika menjadi objek wisata,
2. Sebagai code of conduct pada saat melakukan wisata lumba-lumba,
3. Wisatawan dapat menikmati wisata lumba-lumba dengan keselamatan terjamin, dan
4. Kegiatan wisata lumba-lumba dapat berkesinambungan.

Buku: Pedoman Umum Wisata Lumba-Lumba
Read More --►

Senin, 08 Februari 2016

Wisata Sekitar Cirebon: Spa Air Panas Alami di Kaki Gunung Ciremai


Sekilas Tentang Pemandian Air Panas Alami Desa Sangkanhurip Cilimus di Kabupaten Kuningan

Cirebon dan sekitarnya termasuk kabupaten Kuningan, Majalengka, dan Indramayu memiliki banyak tempat dengan beragam wisata.  Wisata pemandangan, wisata kuliner, wisata batik, wisata konferensi (MICE) untuk mengadakan pertemuan dan rapat, sampai wisata religi, mau dalam suasana pantai laut atau di alam pegunungan, bisa anda dapatkan di Cirebon dan sekitarnya ini.

Salah satu wisata yang cukup menarik adalah spa air panas alami di desa Sangkanhurip, Cilimus di Kabupaten Kuningan. Spa air panas alami ini berada di Hotel Grage Sangkan yang berada di kaki Gunung Ciremai. Desa Sangkanhurip Cilimus sendiri berada pada 700 m dpl sehingga udaranya sejuk antara 250 – 280C. Di sekitaran tempat pemandian air panas Sangkanhurip dihiasi dengan pemandangan hamparan sawah yang menghijau dan penduduknya yang ramah-ramah. Di Sangkanhurip Cilimus sendiri tidak hanya spa air panas alami yang berada di sebuah hotel resort tetapi juga ada pemandian air panas untuk umum, arena bermain air, desa wisata, kuliner khas kuningan dll. Memang, yang paling dikenal dari desa Sangkanhurip Cilimus adalah pemandian umum air panas alaminya karena disini terdapat banyak titik sumber air panas.

Air panas alami Sangkanhurip didominasi mineral yodium yang terdiri dari  sulfatdan clorida sedangkan kandungan mineral di sumber air panas alami lainnya seperti di Ciater Bandung lebih banyak didominasi oleh mineral pembentuk belerang. Kandungan yodium yang tinggi tidak saja baik untuk kesehatan kulit tetapi juga baik untuk kesehatan tulang seperti untuk pengobatan penyakit rematik. Hal inilah yang menjadi keunggulan sumber air panas alami Sangkanhurip Cilimus dibandingkan dengan sumber mata air panas alami di tempat lainnya. Suhu air panas Sangkanhurip sendiri berada di sekitaran 370  - 400C.

Khusus untuk spa air panas alami yang berada di hotel Grage Sangkan, setidaknya diperlukan waktu 1 jam untuk dapat menikmati spa ini. Ada 7 tahapan spa air panas alami ini dan semuanya dilakukan sambil berendam atau berada di dalam air. Namun, sebelum anda melalukan treatment spa, ada akan dicek tensi darah dan degup jantung terlebih dahulu oleh petugas kesehatan disana. Kalau tekanan darah dan degup jantung anda normal, anda dipersilakan untuk melanjutkan treatment spa air panas alami tersebut. Tahap 1, adalah tahap relaksasi, anda berbaring di dalam air sambil disembur air panas yang berbuih-buih dengan waktu selama 10 menit, badan serasa dipijit-pijit dengan halus, kemudian pindah ke tahap 2 yaitu telapak kaki anda di semprot tekanan air dari dasar kolam, dilakukan selama 10 menit, ini gunanya untuk melancarkan darah melalui pemijitan di telapak kaki seperti halnya melakukan pijit refleksi, kemudian tahap 3 adalah sekitaran pinggang anda akan disemprot air tekanan tinggi, tujuannya adalah menguatkan pinggang dan menghilangkan sakit di sekitaran pinggang, tahap berikutnya; masing-masing bagian  tumit, kemudian betis, kemudian paha, dan tahap terahir adalah anda akan diguyur air hangat di sekitaran pundak dan kepala dari pancuran yang cukup besar volume airnya. Total seluruh bagian tubuh dapat ‘pijitan’ dari semprotan air dengan tekanan tinggi. Selesai proses ‘pemijitan’ air panas, anda akan disuguhi jahe panas yang serasa sangat nikmat karena diseruput sambil duduk berendam di air panas.

Semua ‘pemijitan’ atau treatment bertujuan untuk melancarkan darah, sehingga anda selesai melalukan treatment spa air panas alami ini, akan merasakan badan anda menjadi enteng dan segar. Namun demikian, spa air panas alami ini tidak dianjurkan untuk ibu-ibu yang sedang hamil, yang mempunyai penyakit tekanan darah tinggi, jantung, dan asma. Tentu saja yang berpenyakit kulit, karena spa ini dilakukan secara bersama sama pada kolam seluas 100m2.

Spa air panas alami di Indonesia hanya ada di 3 tempat, yaitu di desa Sangkanhurip Cilimus sendiri, kemudian di Bogor dan di Bali. Konon yang di Bali, bukan dari air panas alami tetapi air laut yang diproses menjadi air hangat. Tarif untuk spa air panas alami di hotel Grage Sangkan di desa Sangkanhurip Cilimus ini adalah Rp 120 ribu/orang. Harga lebih murah sedikit untuk tamu menginap hotel Graghe Sangkan. Tetapi kalau anda mau mandi air hangat alami saja, tersedia di sebelah hotel ini, dengan tarif Rp 35 rb/kamar eksekutif yang dapat diisi oleh 2 orang. Atau Mau yang ramai-ramai bersama pengunjung lainnya, yaitu hanya Rp 10 rb/orang.

Bagaimana Menuju Pemandian Air Panas Alami di Sangkanhurip Cilimus ini?  

Letak desa Sangkanhurip Cilimus tempat pemandian air panas alami berada adalah arah ke selatan atau ke Kabupaten Kuningan dari Kota Cirebon yang jaraknya 25 km saja. Sepanjang perjalanan anda akan disuguhi jalan yang berkelok-kelok dan pemandangan sawah serta alam pedesaan. Dan sepanjang perjalanan itu banyak ditemua restoran atau rumah makan. Yang paling terkenal makanan disini adalah sate kambing. Satenya empuk dan wangi enak. Kalau hanya bilang pesan sate kambing saja, nanti yang keluar adalah sate yang telah dibumbui kacang, seperti sate ayam di Jakarta. Tapi kalau anda bilang, pesan sate dengan bumbu kecap, bumbu kacangnya akan dipisahkan, tidak dicampur.

Perjalanan menuju pemandian air panas di desa Sangkanhurip Cilimus adalah sbb: Apabila dari Jakarta, anda dapat mempergunakan moda kereta api atau dengan mobil melalui jalan tol Cipali. Dengan kereta api, anda naik dari stasiun Gambir Jakarta dengan kereta Cirebon Ekspres. Lama tempuh Jakarta – Cirebon hanya membutuhkan waktu 2 jam saja. Turun di stasiun kota Cirebon, kemudian naik mobil sewaan yang banyak ditawarkan begitu anda keluar dari stasiun, tarifnya Rp 150 rb.

Apabila anda membawa kendaraan sendiri, anda lewat tol Cikampek terus nyambung Tol Cipali terus nyambung lagi Tol Palikanci atau Tol Palimanan Cirebon. Di tengah perjalan tol Palikanci ini nanti anda keluar pintu tol (outramp) dengan petunjuk tertulis Ciperna, Kuningan, Cirebon Kota. Dari pintu keluar tol (Outramp) Ciperna, anda terus menuju arah Kuningan kemudian ketemu Pasar Cilimus yang cukup ramai dan setelah itu ada lampu merah, anda ambil ke kiri dan disitu letak Spa air panas alami Sangkanhurip. Jaraknya 20 km dari outramp Ciperna atau sekitar 30 menit saja.

Di Sangkanhurip sendiri tersedia penginapan atau hotel, mulai dari kelas penginapan, melati sampai hotel berbintang. Tempat makan-pun banyak tersedia disini. Untuk oleh-oleh makanan yang khas, disini banyak dijajakan tape ketan dalam ember, ada lepet ketan, dan ubi jalar. Ada 2 macam ubu jalar dari persawahan sekitar Sangkanhurip yaitu ubi ungu yang banyak dijadikan kripik dan untuk pasar lokal dan ubi manohara yang isinya berwarna putih dan berkuran bulat besar. Ubi manohara ini banyak diekspor ke Jepang.

Kalau sudah sampai di Cirebon, sayang sekali kalau tidak ke Sangkanhurip Cilimus ini, yuk kita kesana.

Tol Cipali, memudahkan akses ke Cirebon

Pemandangan Sawah antara Cirebon - Kuningan
 
Penyesuaian Suhu Tubuh dengan Suhu Air
 

Tahap l Relaksasi di Spa Air Panas

Tahap 'Pemijitan' Tumit, betis, dan paha

Tahap Ahir: Mengguyur bagian kepala dan pundak

Selesai Treatment disuguhi The Jahe Hangat

Sekitaran Sangkanhurip banyak yang jual durian

Oleh oleh khas Kuningan: Tape ketan di ember

Ubi putih = ubi manohara untuk ekspor ke Jepang
Read More --►

Senin, 25 Januari 2016

Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Pari Manta. Periode 1 : 2016 – 2020


Tulisan ini merupakan cuplikan dari buku ‘Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Pari Manta. Periode 1: 2016 – 2020 yang disusun oleh: Didi Sadili dkk yang diterbitkan oleh: Direktorat Konsevasi dan Keanekaragaman Hayati Laut – Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut – Kementerian Kelautan dan Perikanan, tahun 2015.
Latar Belakang
Peningkataan permintaan pari manta dunia terutama bagian insangnya telah meningkatkan laju peningkatan penangkapan pari manta secara signifikan yang dikhawatirkan akan berdampak terhadap kepunahan spesies tersebut. Di Cilacap, data pari manta yang didaratkan telah mengalami penurunan sekitar 31% pada periode 2006 – 2011, sedangkan di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, terjadi penurunan sekitar 57% dalam kurun waktu 10 tahun terahir.
Secara global-pun demikian juga, pari manta berada pada ancaman kepunahan. Lembaga konservasi dunia atau IUCN telah menempatkan pari manta dalam katagori vulnerable atau rawan terancam punah. Kondisi tersebut merupakan peringatan bagi masyarakat internasional dan Indonesia sebagai salah satu negara yang menjadi habitat pari manta di perairannya untuk melakukan tindakan konservasi, yaitu: perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan. Perlindungan adalah upaya yang dilakukan agar proses-proses biologis (kawin, mijah, berkembang biak, beruaya dll) dan ekologis dapat berlangsung normal dan alami, sedangkan pelestarian adalah agar aspek-aspek biologis dan ekologis dapat berlangsungsung secara normal, sedangkan pemanfaatan adalah pemanfaatan lestari. Secara internasional, sebagai langkah efektif antisipasi terhadap ancaman kepunahan dari pari manta, konvensi tentang perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar atau CITES pada CoP CITES ke 16 pada bulan Maret 2012 telah memasukkan pari manta ke dalam daftar Apendiks II CITES. Apendiks II CITES adalah daftar tumbuhan dan satwa yang dapat menjadi punah kalau perdagangannya tidak diawasi atau dikontrol secara ketat.
Pemerintah Indonesia bahkan telah memberikan status dilindungi secara penuh untuk dua jenis pari manta yaitu Manta alfredidan Manta birostris yang ada di perairan Indonesia melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 4 tahun 2014.
Sebaran Pari Manta di Perairan Indonesia
Sebaran Manta alfredi dan Manta birostris di perairan Indonesia diperoleh dari beberapa data perjumpaan seperti yang terangkum pada tabel di bawah ini:
Tabel: Sebaran Pari Manta di Indonesia
Tabel . Sebaran Manta alfredi di Indonesia
Lokasi
Frekuensi Perjumpaan
Keterangan
Sumber
Populasi
Sangalaki, Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur
Sering/agregasi
Lokasi pariwisata manta
Informasi yang sudah diketahui secara luas
Nusa Penida, Bali
Sering/agregasi
Lokasi pariwisata manta
Informasi yang sudah diketahui secara luas
Kepulauan Gili, NTB
Sesekali
Berhubungan dengan populasi Nusa Penida (data identifikasi foto)
Indonesian Manta Project/Manta Trust, Aquatic Alliance, Dive operator
Barat daya Lombok
Sesekali
Berpotensi terhubung dengan populasi Nusa Penida
Dive operator
Taman Nasional Komodo, NTT
Sering/agregasi
Lokasi pariwisata manta
Informasi yang sudah diketahui secara luas
Raja Ampat, Papua
Sering/agregasi
Lokasi pariwisata manta
Informasi yang sudah diketahui secara luas
Halmahera, Maluku
Sesekali
Kurang data
Kegiatan Liveaboard
Pulau Weh, Aceh
Sesekali
 
Kegiatan selam
Selat Lembeh, Sulawesi Utara
Sesekali
Tempat yang memiliki tekanan perikanan yang tinggi, populasi sudah menurun
Dive operator
Rote, NTT
Sering
Dilaporkan bahwa pari manta seringkali terlihat, namun sangat sedikit data di lokasi ini
Kegiatan pariwisata
Pulau Banyak, Aceh
Laporan keberadaan pari manta di daerah ini
Kurang data, tidak ada konfirmasi, tidak ada bukti foto untuk mengkonfirmasi laporan
Yayasan Pulau Banyak
Aktivitas Perikanan
Gili, NTB
Pendaratan (sesekali)
Bukti dari video
Gili Eco Trust
Halmahera, Maluku
Tidak diketahui
Kegiatan liveaboard melaporkan perikanan yang mentargetkan Manta
Kegiatan Liveaboard
Sumba (pantai Wanokaka), NTT
Tidak diketahui
Bukti berupa foto penangkapan pari manta
Foto (Flickr)
Sebaran Manta birostris di Indonesia didapat dari beberapa data perjumpaan terangkum dalam tabel  di bawah ini.
Tabel . Sebaran  Manta birostris di Indonesia
No
Lokasi
Frekuensi Perjumpaan
Sumber
Populasi
1.
Raja Ampat, Papua
Sering terlihat/agregasi; di perairan Misool dan daerah Selat Dampier
Misool Manta Project dan Indonesian Manta project/Manta Trust
2.
Taman Nasional Komodo, NTT
Sesekali; beberapa kali terekam di perairan bagian selatan
Foto dari Dive Operator
3.
Nusa Penida, Bali
Jarang; satu ekor direkam di wilayah perairan Nusa Penida
Aquatic Alliance
4.
Laut Sawu, perairan Pulau Lembata, NTT
Agregasi musiman; nelayan Lamakera dilaporkan memburu pari manta di lokasi ini. Musim untuk pari manta mulai dari Maret hingga Oktober
Setiasih et al. in review
5.
Pulau Yapen, Teluk Cenderawasih, Papua
Agregasi musiman; belum diketahui apakah jenis M. birostris atau M. alfredi, pada bulan April – Mei nelayan skala kecil sesekali melakukan penangkapan untuk kebutuhan konsumsi lokal, perikanan manta di wilayah ini berpeluang untuk dikembangkan sebagai objek penyelaman wisata bahari
B. Fritz, pers. comm.
Aktivitas Perikanan
1.
Tanjung Luar, Lombok
Sering didaratkan di Pelabuhan Perikanan Tanjung Luar-Lombok; sebagian nelayan sengaja menangkap pari manta saat melakukan kegiatan penangkapan tuna
White et al., 2006a
2.
Lamakera, Solor
Sering didaratkan di lokasi pendaratan ikan, pari manta dijadikan target penangkapan dengan menggunakan tombak
Dewar, 2002
3.
Cilacap, Jawa
Sesekali ditemukan di lokasi pendaratan ikan
White et al., 2006a
4.
Kedonganan, Bali
Jarang ditemukan di lokasi pendaratan ikan, kalaupun ada biasanya merupakan hasil tangkapan sampingan.  Pari manta yang tertangkap kemungkinan besar jenis Manta alfredi
White et al., 2006a
5.
Pelabuhanratu
Pernah ditemukan di lokasi pendaratan ikan, dan umumnya merupakan hasil tangkapan sampingan dari perikanan tuna
 
6.
Pulau Yapen, Teluk Cendrawasih
Pari manta didaratkan secara musiman; pari manta ditangkap secara sengaja oleh masyarakat
B. Fritz, pers. comm.
7.
Aceh Utara
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh WCS, pari manta tertangkap sebagai hasil tangkapan sampingan
Pardede et al., 2011
 
 
Substansi Rencana Aksi Nasional Pari Manta
Konservasi pari manta bertujuan untuk melindungi pari manta dari kepunahan, menjaga kestabilan populasinya di habitat alam dan mengembangkan model pemanfaatan berkelanjutan melalui model ekowisata.
Secara umum, sasaran jangka panjang yang ingin dicapai dalam program konservasi pari manta adalah meningkatkan populasi dan / atau menjaga kestabilan populasi pari manta serta memanfaatkan potensi ekonominya secara berkelanjutan / non ekstraktif.  Sasaran jangka pendek atau lima tahunan dari rencana aksi nasional pari manta ini adalah:
1.   Tersedianya data baseline, data time series status populasi, dan data jalur ruaya pari manta di lokasi prioritas pada tahun 2020,
2.   Tersedianya hasil kajian distribusi habitat penting pari manta dan paling sedikit dari habitat penting pari manta tersebut ditetapkan sebagai kawasan konservasi pada tahun 2020,
3.   Terwujudnya target 100% perdagangan ilegal insang pari manta yang tertaangkap tangan dapat dilakukan proses sampai tahap pengadilan pada tahun 2018,
4.   Terimplementasinya ekowisata pari manta berbasis masyarakat paling sedikit di satu lokasi pada tahun 2020,
5.   Tersedianya regulaasi tentang standar kualifikasi kegiatan aquaria pari manta pada tahun 2017.
 
Kerangka Pendekatan Rencana Aksi Nasional Pari Manta
Substansi dari RAN pari manta adalah siapa berbuat apa dan dimana, dapat dikerjakan apabila masing-masing stakeholder, lembaga, intansi yang terkait dapat melakukan: semangat kebersamaan, komitmen, dan konsesten melakukan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan rencana aksi yang telah disususn tersebut.
Kerangka pendekatan RAN adalah sebagai berikut:
Tabel .  Kerangka pendekatan rencana aksi nasional
konservasi pari manta 2016-2020
SASARAN
STRATEGI
RENCANA AKSI
1.       Tersedianya data baseline, data perubahan status populasi, dan data jalur ruaya pari manta di empat lokasi prioritas pada tahun 2020
1.1   Memperkuat kegiatan survey populasi, monitoring dan pendataan jalur ruaya pari manta
(1)  Survey baseline dan monitoring status populasi pari manta di empat lokasi prioritas;
(2)  Pemasangan manta taging di empat lokasi prioritas;
(3)  Survey populasi dan pola kemunculan pari manta di dua lokasi baru;
(4)  Workshop updating status populasi pari manta; dan
(5)  Upload data monitoring status populasi dan jalur ruaya pari manta melalui website.
2.       Tersedianya hasil kajian distribusi habitat penting pari manta dan paling sedikit satu lokasi habitat penting tersebut ditetapkan sebagai kawasan konservasi pada tahun 2020
2.1   Mempercepat pemetaan habitat penting pari manta nasional
(1)  Melakukan kajian lokasi dan distribusi habitat penting pari manta;
(2)  Melakukan workshop desiminasi hasil kajian habitat penting dengan direktorat teknis terkait;
2.2   Meningkatkan peran pemerintah daerah dalam perlindungan habitat penting pari manta
(1)  Melakukan kajian identifikasi calok kawasan konservasi untuk perlindungan habitat penting pari manta;
(2)  Melakukan asistensi dan pendampingan proses pencadangan kawasan konservasi oleh pemerintah daerah
3.       Terwujudnya target 100% perdagangan ilegal insang manta yang tertangkap tangan dilakukan proses sampai tahap pengadilan pada tahun 2018
3.1   Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam konservasi pari manta
(1)  Menyiapkan dan mendesiminasikan bahan sosialisasi;
(2)  Melakukan sosialisasi regulasi perlindungan pari manta ke aparat penegak hukum;
(3)  Melakukan sosialisasi regulasi perlindungan pari manta ke pedagang dan masyarakat nelayan; dan
(4)  Melakukan sosialisasi melalui media cetak dan media elektronik.
3.2   Memperkuat upaya pengawasan dan penegakan hukum
(1)  Melaksanakan pengawasan dan patroli di daerah rawan perdagangan ilegal;
(2)  Melaksanakan pengawasan berbasis masyarakat; dan
(3)  Memfasilitasi pertemuan koordinasi antar petugas penegak hukum.
4.       Terimplementasinya ekowisata pari manta berbasis masyarakat paling sedikit di satu lokasi pada tahun 2020;
4.1   Meningkatkan peran dan pelibatan masyarakat dalam ekowisata pari manta
(1)  Membuat kajian model ekowisata pari manta berbasis masyarakat;
(2)  Menyusun pedoman ekowisata pari manta;
(3)  Membentuk dan meningkatkan kapasitas POKMAS dalam ekowisata pari manta; dan
(4)  Menyiapkan dukungan sarana, prasarana dan pendampingan kepada POKMAS.
5.       Tersedianya regulasi tentang standar kualifikasi kegiatan akuaria pari manta pada tahun 2017
5.1   Menyiapkan SOP dan standar kualifikasi pemanfatan aquaria pari manta
(1)  Menyusun standar kualifikasi pemanfaatan aquaria pari manta; dan
(2)  Menyiapkan SOP pemanfaatan aquaria pari manta.


Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving