Deswita Alifia Damayanti

Perempuan, 8 tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>meditasi09.blogspot.com
=>deswitaku.blogspot.com
=>sangsurya09.blogspot.com
=>deswita16@gmail.com
::
Start
Deswita Alifia D™ Vivi
Shutdown

Navbar bawah

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bali. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Februari 2016

Situs Selam di Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida Bali

https://www.scribd.com/doc/299144694/Wisata-Selam-di-Kawasan-Konservasi-Perairan-Nusa-Penida-Bali (link download)

https://youtu.be/vJQ2t2hl8fk (Video)

Sekilas Tentang Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida

Sejak tahun 2010, pulau-pulau kecil Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan beserta perairan sekitarnya sudah dideklarasikan dicadangkan sebagai kawasan konservasi perairan melalu Peraturan Bupati Klungkung No. 12 tahun 2010 tanggal 7 Juli 2010 dengan sebutan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) Nusa Penida. Alasan penting kawasan perairan ini dijadikan kawasan konservasi adalah di perairan ini terdapat ekosistem dan biota perairan yang lengkap. Disini terdapat ekosistem karang, mangrove, dan ekosistem padang lamun. Disini pula terdapat biota perairan eksotis, endemis, unik, dan terancam punah, seperti: ikan mola mola (sunfish), pari manta (manta ray), hiu, hiu paus (whale shark) dan lainnya. Ikan mola mola dapat dijumpai di seluruh perairan tropis di dunia, namun hanya di perairan Nusa Penida kapan dan dimana kemunculan mola mola dapat diprediksi. Mola mola muncul pada bulan Juli sampai Septemper pada setiap tahunnya. Di kawasan konservasi perairan ini-pun merpakan jalur migrasi dari paus dan lumba-lumba. Untuk jenis karang yang dapat ditemui di kawasan konservasi peraiaran ini, antara lain: porites sp, acropora sp, montipora sp, favia sp, favites sp, dan sponge. Selain alasan tersebut, perlu diingat juga bahwa Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida terletak di sudut barat daya segitiga karang dunia (coral triangle).

Kawasan konservasi peraiaran nusa penida dikenal dengan kondisi arus yang keras karena terletak di antara Selat Badung dan Selat Lombok dan adanya palung laut yang dalam diantara selat Nusa Penida dan Nusa Ceningan. Di perairan ini juga merupakan Indonesian Through Flow (ITF) yang menghubungkan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Rentang suhu di perairan ini antara 140 – 310 C. maka untuk menghindari hypothermia, disarankan bagi para penyelam untuk memakai pakaian selam (wet suit) dng ketebalan minimal 5 mm dan penutup kepala (hood) karena suhu di bawah laut yang dingin dan sewaktu-waktu bisa terjadi thermoclime dimana air bersuhu dingin dari perairan dalam kerap naik ke permukaan.

KKP Nusa Penida mencakup luasan 20.057 ha dengan batas luar 1 mil (1,8 km) dari garis pantai, dibagi kedalam 3 zona, yaitu zona inti (no take zone), zona pemanfaatan terbatas (wisata bahari, budidaya rumput laut, dan perikanan), dan zona lainnya (peruntukan kegiatan rehabilitasi).

Beberapa titik penyelaman di Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida adalah: Manta Point, Secret Manta, Toyapakeh Point, Toyapakeh Wall, SD Point, Pura Ped, Buyuk Point, dan lainnya.

Perairan Nusa Penida yang memiliki keindahan bawah laut dan keanekaragaman hayati laut yang luar biasa telah banyak menarik turis manca negara untuk datang ke perairan ini. Setidaknya 200.000 turis/tahun datang berkunjung ke perairan Nusa Penida ini. Dan sumbangan terhadap Product Domestic Bruto (PDB) terhadap wisata bahari Kabupaten Klungkung, 80% nya disumbang dari pendapatan turisme perairan Nusa Penida. Maka, sebagai upaya agar aspek lingkungan dan aspek ekonomi dapat berjalan secara berkelanjutan, maka sudah tepat apabila perairan Nusa Penida dijadikan sebagai Kawasan Konservasi Perairan.

Bagaimana menuju ke lokasi Kawasan Konservasi Peraiaran Nusa Penida-Bali?

Apabila anda sudah berada di Bali, arahkan anda ke Pantai Sanur, kemudian dari lokasi tempat penyeberangan Pantai Sanur, anda tinggal naik kapal / boat yang secara regular menyeberang ke Nusa Lembongan atau Nusa Penida.

Untuk akomodasi di Nusa Lembongan, walaupun disana tersedia penginapan sampai hotel, alangkah baiknya kalau anda reservasi jauh-jauh hari terlebih dahulu.
Nusa Penida Bali

Dari Pantai Sanur menuju Nusa Penida / Lembongan

Nusa Lembongan

Pantai Nusa Lembongan

Turis yang datang dan pergi



Dimana anda akan menginap?


Transportasi di Nusa Lembongan

Infrastruktur jalan di Nusa Lembongan

Nusa Lembongan

Posisi KKP Nusa Penida di Coral Triangle

KKP Nusa Penida

Zonasi di KKP Nusa  Penida





Wisata selam melihat mola mola (sunfish)

Wisata selam melihat pari manta di KKP Nusa Penida

Jalur migrasi Pari Manta di sekitar KKP Nusa Penida

Kehidupan masyarakat Nusa Penida

Read More --►

Rabu, 08 Mei 2013

Pantai Sanur di Bali yang Tenang


Pantai Sanur adalah salah satu favorit wisata pantai di Bali. Geomorfologis Pantai Sanur berbeda dengan Pantai Kuta. Pantai Sanur berada dalam satu teluk yang lautnya tenang dan dangkal sehingga bukan tujuan para pehobi surfing. Berbeda dengan Pantai Kuta yang memiliki laut terbuka dengan gelombang ang tinggi. Nah, justru laut tenang Sanur yang jadi incaran turis tertentu, khususnya bagi pelancong lanjut usia dan pasangan yang berbulan madu.

Lingkungan Pantai Sanur terasa dalam suasana tenang dan tentram tanpa hingar bingar yang datang dari mall, restoran atau diskotik. Kalaupun di bar kecil ada yang menampilkan live music, dipastikan musicnya adalah musik cauntry, blues, atau classic. Dengan alat musik sederhana semacam: perkusi, akordeon, gitar, dan saksofon. Di sepanjang pantainya ditumbuhi oleh vegetasi pantai semacam pohon kelapa, cemara laut, sukun, dan lainnya dan sangat teduh dan rindang. Sungguh suasana yang membuat hati jadi senang.

Aktifitas turis di pantai ini, lebih banyak berjemur di atas kursi selonjor yang ditaruh di atas hamparan pasir putih, sambil memandangi laut yang biru. Tetapi ada juga yang beraktifitas wisata bahari yang bermain di atas jet sky, parasailing, sailing, snorkeling, atau jogging atau bersepeda di track yang telah ada dengan rapih di bibir pantai sepanjang 3 km-an.

Turisme Pantai Sanur lebih condong diperuntukkan kepada turis ‘berduit’. Tarif kamar hotelnya saja diatas Rp 1 juta per malam. Akan lebih mahal lagi kalau memilih hotel yang berada tepat di pinggir pantainya. Persoalannya bagi yang menginap jauh di bibir pantai, untuk masuk ke pantainya harus jalan melingkar agak jauh. Karena akses ke pantai sudah tertutup oleh bangunan hotel, restoran, atau tempat spa. Entahlah, apakah disini masih berlaku kaidah umum untuk laut atau pantai yaitu ‘open access’ ?





Read More --►

Kamis, 01 November 2012

Wisata Lumba-Lumba di Lovina Bali


Jam 6 pagi, kami yang akan melihat lumba-lumba atau nama lainnya dolphin sudah berada di sekitaran Pantai Lovina di desa Pakraman Banyualit kabupaten Buleleng,  karena kemunculan lumba-lumba sekitar jam 6 sampai 9 pagi. Dan pada pukul 6 lebih itu sudah ada 50 an turis yang umumnya turis asing yang akan mengikuti tur melihat lumba-lumba melintas. Jumlah perahu wisata dolphin di desa ini ada 36 belum lagi dari 2 desa tetangga yang juga menyediakan tur yang sama dan dengan jumlah perahu yang tidak jauh berbeda jumlahnya.
Kami berempat menaiki perahu cadik yang berciri di kanan kirinya dipasangi bambu sebagai pelampung yang dapat menjaga keseimbangan perahu agar tidak oleng ketika menerjang ombak, perahunya sendiri memiliki panjang 7 meter dan lebar badan perahu hanya selebaran pinggul orang dewasa. Perahu yang berkapasitas maksimum 5 orang digerakkan oleh mesin tempel berdaya 10 pk.
Pagi itu ombak dalam keadaan tenang dan matahari sudah mulai menampakkan diri dari balik bukit di daratan yang perlahan semakin menjauh. Di depan dan di belakang kami-pun banyak perahu yang sama yang sama-sama ingin melihat lumba-lumba melintas. Sesampainya di lokasi yang biasa lumba-lumba menampakkan diri, kecepatan perahu mulai diturunkan begitu juga perahu-perahu yang lainnya. Pengemudi perahu Pak Putu Pecit mengamati di kanan kiri atau sekitaran perahu, barangkali ada terlihat lumba-lumba melintas. Begitu melihat lumba-lumba melintas atau melihat perahu lain mengejar kemunculan lumba-lumba, maka serta merta perahu perahu yang ada di sekitaran lumba-lumba itu bergegas tidak beraturan dan bergerak mendekati lumba- lumba yang lewat. Ada sekitar 5 lumba-lumba yang terlihat berluncatan dan -hanya terlihat sesaat- karena di depan lintasan berenangnya dolphin sudah ada beberapa perahu menghadang jalannya dolphin yang setidaknya mengganggu lintasan berenang mereka. Di kelompok kami ada sekitaran 60 perahu wisata yang ingin mengejar lumba lumba. Setelah tidak terlihat kelompok lumba lumba yang melintas lagi, perahu-perahu kemudian  berputar putar mencari kembali tempat munculnya lumba lumba di tempat lainnya tapi masih di sekitaran munculnya lumba-lumba tadi. Ketika ada satu ekor lagi yang terlihat muncul, puluhan perahu kembali  menaikkan gas nya untuk mendekati seekor lumba lumba tersebut. Demikian seterusnya melakukan hal yang sama sampai batas waktu tur lumba-lumba ini menghabiskan waktu selama 2 jam. Seandainya diteruskan-pun, lumba-lumbanya tidak akan terlihat muncul lagi, karena hari semakin panas dan suhu perairan-pun juga ikut naik.
Di Lovina ini ada dua lokasi tempat melihat-lumba lumba melintas yang sebenarnya antara satu lokasi dengan lokasi lainnya, jaraknya tidak berjauhan. Dan di tiap lokasi ada kelompok perahu-perahu wisatanya masing-masing, satu kelompok kami dan satu kempok lagi dengan jumlah perahu yang hampir sama.  Jarak tempat pengamatan dolphin ke darat sekitar 3 km dan lebarnya sekitar 4 km, atau dengan kata lain area pengamatan lumba lumba yang dijadikan sebagai atraksi wisata bahari di kabupaten Buleleng ini sekitar 4 km x 3 km. Di bali, bahkan di Indonesia, tour melihat lumba lumba ini hanya ada di pantai Lovina, kab Buleleng ini.
Tur melihat lumba lumba melintas atau dolphins watching ini dimulai pada ahir tahun 90 an, yang digagas oleh seorang turis belanda yang kebetulan nginap di hotel miliknya Pak Panji Tisna yang merupakan keturunan raja Buleleng. Dan pada suatu pagi Pak Panji Tisna ini mengajak turis Belanda tersebut untuk berlayar dengan perahu di laut. Dan pada waktu di laut, turis Belanda tersebut sangat tertarik terhadap banyaknya lumba-lumba yang melintas dan bermunculan ke atas permukaan air. Maka dari situ timbul gagasan untuk dikemas dalam sebuah paket wisata mengamati lumba-lumba. Konon, Pak Panji Tisna ini pula yang menamai sepenggal kawasan pantai di kab Buleleng ini dengan nama Lovina yang artinya Love Indonesia. Untuk diketahui bahwa nama Lovina tidak menunjuk pada batas wilayah administrasi tetapi hanya merujuk kepada sepenggal kawasan pantai yang ada di kab Buleleng.
Trend turis untuk melihat lumba-lumba ini semakin tahun semakin meningkat, malah turis yang mengunjungi Lovina sudah dipastikan bahwa sebagian besar dari mereka adalah turis untuk melihat lumba-lumba. Namun dalam dua tahun terahir ini, jumlah turis asing yang mengikuti wisata lumba-lumba, memperlihatkan kecenderungan turun. Itu terjadi karena ada rasa iba di benak turis ketika menyaksikan beberapa lumba-lumba mucul ke permukaan laut, terus ‘diserbu’ perahu-perahu wisata denga suara mesinnya yang berdesibel tinggi yang memungkinkan lumba-lumbanya menjadi stres.
Tarif melihat lumba-lumba adalah Rp 50 rb/ orang, harga ini adalah harga kalau langsung berhubungan dengan pemilik perahunya. Kalau pemesanannya melalui pihak hotel, harganya Rp 120 rb/orang. Itu semua harga untuk turis lokal, kalau untuk turis asing lain lagi harganya.
Yang lebih penting lagi adalah bagaimana agar wisata ini dapat berlangsung panjang tidak putus baru sebentar operasional. Untuk itu diperlukan pedoman baku bagi para operator perahu wisata dalam menjalankan aktivitasnya dengan tanpa mengganggu kebiasaan hidup lumba lumba-nya. Dengan demikian, lumba-lumbanya tetap lestari dan masyarakat sekitarnya dapat merasakan manfaat secara ekonomi. ada hubungan yang bersifat mutualisme simbiosis.

Perahu cadik yang digunakan untuk dolphin's watching
Perahu cadik siap 'berburu' lumba-lumba
Mentari pagi menemani kami
Perahu-perahu wisata lumba-lumba yang ada di belakang kami
Perahu-perahu lain yang ada di depan kami
Perahu-perahu ini melintang di depan lintasan lumba-lumba
Mengerubuti 1-5 ekor lumba-lumba
Gambaran yang tidak teratur ketika dolphin's watching tour
Dolphin yang diamati

Read More --►

Rabu, 31 Oktober 2012

Pantai Lovina Bali yang Sunyi

Pantai Lovina di Buleleng Bali memang tak seindah pantai Kuta. Pasirnya saja, pasir hitam, lautnya-pun tak berarus besar sehingga tidak cocok untuk kegiatan selancar atau surfing. Letaknya di Bali Utara yang relatif dekat dengan kawasan wisata Bedugul seperti; kebun raya, danau Beratan, danau Bedugul, dan lainnya. Di pantai yang panjangnya sekitar 16 km dan waktu tempuh untuk mencapainya dari Kota Denpasar diperlukan sekitar 3,5 jam, suasananya sepi/tidak seriuh seperti di pantai Kuta, namun bagi turis-turis tertentu, justru ‘kesunyian’ inilah yang dicari. Saya pribadi, datang ke pantai Lovina ini adalah untuk mencari 'kesunyian' itu. ‘Sunyi’ saat ini adalah sesuatu yang berharga, karena orang-orang yang hidup di kota-kota besar sudah jenuh dengan keramaian, keriuhan oleh polusi suara yang berasal dari berbagai sumber, yang mengakibatkan tidak ada kesan harmoni-nya bahkan dapat membuat stress warganya. Dengan bertemu ‘kesunyian’ ini, pikiran jadi fresh dan jiwa terasa lebih tentram.
Dan dalam kesunyian di pantai Lovina ini, interaksi antara penduduk lokal dengan turis menjadi lebih ‘jujur’ dan hangat. Sehingga bisa saja bagi turis tersebut akan sangat mengesankan di hatinya. Sehingga suatu saat, dia ingin datang kembali lagi ke tempat ini.
Jalan menuju Pantai Lovina yang Sepi
Tak ada keriuhan di restoran sederhana dekat pantai ini
Hanya satu dua orang saja yang lalu lalang di pantai
Sunyi itu berharga
Pun sunyi...
Karena sunyi, Pak Pecit lebih banyak waktu untuk ngurus ayam aduannya
Seorang turis Belanda yang tiap 6 bulan sekali bulak balik Lovina Holland sedang bercengkrama penduduk setempat dengan hangat


Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving