Deswita Alifia Damayanti

Perempuan, 8 tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>meditasi09.blogspot.com
=>deswitaku.blogspot.com
=>sangsurya09.blogspot.com
=>deswita16@gmail.com
::
Start
Deswita Alifia D™ Vivi
Shutdown

Navbar bawah

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label wisata pantai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata pantai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Maret 2014

Pantai Parangkusumo di Jogja yang Kini Didatangi oleh Banyak Caleg


Pantai Parangkusumo yang letaknya bersebelahan dengan pantai Parangtritis berada sekitar 20km dari kota Jogja. Pantainya indah datar namun berpasir hitam. Kalau banyak orang datang ke pantai Parangtritis dengan tujuan utamanya adalah untuk menikmati wisata pantai atau wisata bahari lainnya, namun kalau datang ke pantai Parangkusumo memiliki tujuan lain yang lebih dari sekedar untuk berwisata.

Saat sekarang dimana sebentar lagi akan dilaksanakan Pemilu Legislatif untuk tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota, tidak sedikit para caleg-nya dari berbagai daerah datang ke pantai Parangkusomo ini untuk berziarah dengan tujuan untuk meminta ‘kekuatan’ untuk ‘bertarung’ pada Pemilu Legislatif dan tentunya untuk meminta bantuan agar niat dan tujuan dari para caleg yang datang kesini dapat dilancarkan urusannya dan dapat ‘goal’ menjadi anggota legislatif.

Di pantai Parangkusumo diyakini oleh yang mempercainya ada tempat dimana dulu menjadi tempat bertemu antara Sultan Agung dan Nyi Roro Kidul. Sebagaimana kita ketahui, Sultan Agung adalah pendiri dan raja pertama dari Kerajaan Mataram yang nantinya pecah menjadi dua menjadi Kasultanan Ngajogjakarta di Jogja dan Kasunanan Surakarta yang berada di Solo. Sultan Agung adalah penguasa darat sedangkan Nyi Roro Kidul adalah gambaran dari penguasa laut selatan. Maka ketika keduanya bertemu maka akan menjadi kekuatan yang luar biasa yang dapat menguasai jagat ini. Dan kekuatan inilah yang dicari oleh para caleg yang datang ke pantai Parangkusumo.

Menurut Jacob Sumardjo yang ditulis di harian Kompas pada tanggal 13 Maret 2014: praktik klenik sudah lama tidak disukai oleh kaum pemeluk teguh agama-agama besar. meski demikian, praktik ini tak kunjung lenyap. masih ada banyak orang yang mempercayai bahwa kekuasaan adalah kekuatan untuk memerintah banyak orang yang jadi tanggung jawabnya. Kekuasaan seperti itu bukan berasal dari dirinya sendiri tetapi kekuasaan itu ada hubungannya dengan Yang Mahakuasa. Kekuasaan manusia itu bergantung kepada kekuasaan lain yang berada di luar manusia.

Para peziarah termasuk diantaranya banyak caleg umumnya mendatangi cepuri di pantai Parangkusumo ini pada hari Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon serta sepanjang bulan Suro menurut penanggalan Jawa.

Datang dengan menabur bunga di Cepuri. Kemudian nantinya bunga-bunga itu akan dilarung ke laut Pantai Parangkusumo yang hanya beberapa meter letaknya.

Selain menabur bunga ada beberapa peziarah yang menyembelih kambing atau kerbau. Bahkan ada peziarah yang telah berhasil atas niatnya, mereka mengadakan pertunjukan wayang kulit di pelataran cepuri ini.

Pada malam dan waktu-waktu peziarah ramai datang ke pantai Parangkusumo ini, sudah dipastikan semua penginapan dan hotel di sekitaran pantai ini akan penuh sesak. Tarif penginapan atau hotel di sekitaran pantai Parangkusumo, mulai Rp 75rb/malam
Pantai Parangkusomo di Bantul Jogja
 
Read More --►

Rabu, 04 Desember 2013

Nikmatnya Minum Kopi di Pantai Hayles Marina Broadwalk Kota Cairns Australia

Pantai Marina Broadwalk dan Marina Ancol sama-sama tempat bertambatnya kapal-kapal kecil seperti: yacht, katamaran, speedboat, dan lainnya. Kalau Pantai Marina Ancol itu adanya di Jakarta, kalau yang ada di kota Cairns-Queensland Australia namanya adalah Pantai Hayles Marina Broadwalk. Sungguh-pun memiliki fungsi yang sama, tetapi Marina Broadwalk jauh tertata apik dengan tingginya kesadaran para pengunjung akan kebersihan lingkungannya.
Jalan pinggir pantai Hayles Marina Broadwalk sepanjang 1,5 km ini berlantai kayu dengan lebar 4 meter. Lembaran kayu disusun berkotak-kotak tidak sekedar dipasang lurus-lurus dan bagaimana-pun unsur kayu ini menjadikan suasana lebih romantis dan alami dibanding jalan beton. Di jalan kayu ini hanya diperuntukkan untuk pejalan kaki, tidak boleh untuk sepeda, tidak boleh untuk main sepatu roda, tidak bolah untuk skate board, apalagi untuk jalan sepeda motor atau mobil. Tanpa adanya portal di setiap ujung jalan ini, aturan tersebut dipatuhi sungguh-sungguh sehingga jalan kayu tersebut tetap dalam kondisi terawat.
Sepanjang pinggir jalan kayu yang bersebelahan dengan laut di Marina Broadwalk ini dibutkan pagar yang terbuat dari besi dengan kombinasi kayu, namun designnya sangat bagus dan manusiawi sekali. Pagar itu bukan berbentuk pembatas seperti penjara yang  sering dijumpai di pagar gedung atau batas wilayah di Indonesia. Namun demikian, dijamin kalau ada barang sebesar kepalan tangan orang dewasa tidak akan jatuh ke laut karena tertahan oleh jeruji yang dicat dengan warna transparan yang menjadikannya seolah tanpa jeruji. Pinggir sebelah jalan kayu satunya, berbatasan dengan taman-taman yang asri dan berbunga atau cafe atau restoran. Sebagian kecil warga  memanfaatkan jalan kayu tersebut untuk olah raga jogging. Memang sangat nyaman jogging di atas kayu apalagi di pinggir pantai dengan udara yang segar. Ada sebagian warga lagi yang hanya sekedar duduk-duduk di cafe yang ditemani secangkir kopi atau capucino hangat. Minum kopi sambil bercengkerama dengan temannya atau menyendiri dengan mata menerawang jauh ke ujung laut dan pikirannya terbang sesuka yang dimaui empunya. Dan itulah salah satu bentuk kenikmatan hidup yang luar biasa yang bisa didapat dari suasana pinggir pantai yang ditata dan dirawat secara sungguh-sungguh seperti di pantai Marina ini. Walaupun membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk membangun infrastruktur umum di pantai ini, namun masuk ke area ini tidak dipungut bayaran sama sekali. Hidup jadi serba nikmat.
Di pantai Marina Broadwalk ini, banyak kapal kecil yang ditambat pemiliknya. Boat-boat tersebut ada yang dimiliki pribadi tetapi tidak sedikit yang untuk disewakan. Sama seperti halnya di Marina Ancol. Mau sewa kapal untuk memancing di daerah mangrove dengan biaya sewa AU$250 per orang? Mau diantar ke pulau kecil yang asri? Mau diantar untuk menyelam di Great Barrier Reef? Semuanya bisa dilayani disini. Dan disini banyak tersedia agen-agen wisata sebagai operator paket-paket tour yang dapat memudahkan hasrat untuk berwisata bahari. Jangankan menaiki yacth, katamaran dan lainnya, hanya melihat-lihat berjajarnya saja sudah sangat menyenangkan.
Di Indonesia sebenarnya banyak pantai yang dapat menjadi tempat umum yang menyenangkan dengan keindahan yang tidak kalah menarik. Apalagi dengan adanya aturan tentang harus dibuatnya sempadan pantai. Namun, kenyataannya sempadan pantai itu digunakan untuk kepentingan lain bukan untuk kepentingan umum warga tetapi dibuat warung, restoran, malah pemukiman.

Hayles adalah nama orang pertama kali yang membangun daerah ini
Silahkan Menikmati Pantai Ini tapi Baca Dulu Ketentuannya
Duduk sambil minum kopi atau lainnya di sore hari. nikmatnya..

Tempat Warga Mencari Kesenangan

Jalan Kayu yang Apik
Jalan yang menyenangkan buat Jogging
Pagar-pun dibuat artistik dan fungsional
Berbagai jenis dan ukuran boat tertambat di pantai reef fleet
Berbagai pilihan wisata bahari, tersedia disini
Berbagai agen travel akan membantu pengunjung




Read More --►

Minggu, 03 November 2013

Pantai Mawun di Lombok. Pesona Keindahan yang Tersembunyi

Pantai Mawun di Kabupaten Lombok Tengah letaknya tidak jauh dari bandara internasional Lombok, keindahannya sangat mempesona namun belum banyak diketahui oleh para wisatawan, sehingga kalau anda datang ke pantai ini tidak akan banyak menemui wisatawan disana. Kalau-pun ada wisatawan, paling jumlahnya hanya dalam hitungan jari saja. Padahal letak pantai Mawun dari bandara Lombok yang baru di Praya hanya membutuhkan waktu perjalanan sekitar 45 menit saja. Letak pantai Mawun, apabila datang dari arah bandara, nanti ada pertigaan yang tidak ada rambu-rambu penunjuk arah mau kemana, ambil arah ke kiri kalau mau ke pantai Kute dan pantai Tanjung Aan dan ambil arah kanan kalau mau ke pantai Mawun ambil. Dari pertigaan tersebut mengarah ke pantai Kute hanya selemparan batu saja dan jalannya lebar tetapi kalau menuju pantai Mawun harus naik turun serta menapaki jalan sempit berliku perbukitan tandus namun pemandangan yang disuguhkan sangat mempesona. Di sebelah kiri membentang laut biru dengan riak gelombang yang terlihat jelas dan di sebelah kanan terlihat perbukitan berbatu dengan warna kecoklatan tanpa tanaman selain semak belukar. Paralel dengan kondisi tanahnya yang tidak subur, kehidupan masyarakatnya-pun masih sangat sederhana. Rumah-rumah sempit yang terbuat dari bambu dengan atap dari ilalang banyak ditemukan di sepanjang perjalanan dari pertigaan sampai ke pantai Mawun. Hanya saja, saat ini ada pemandangan lain yaitu banyaknya tumpukan karung goni berisi tanah bebatuan di pinggir-pinggir jalan desa Mawun. Ternyata karung-karung goni yang berisi tanah bebatuan tersebut yang diambil dari perbukitan sekitarnya diperkirakan berisi kandungan emas. Penduduk desa Mawun kini  sedang 'demam' pendulangan emas. Perlu ada aturan tegas untuk menjaga jangan sampai jadi masalah sosial dan juga menimbulkan kerusakan lingkungan setempat.
Selepas mendaki dan menuruni jalan perbukitan, kami tiba di jalan masuk ke pantai Mawun. Jalannya lebih sempit lagi dan aspalnya sudah terkelupas disana sini. Tidak ada billboard besar sebagai informasi bahwa disini letak dari pantai Mawun sebagaimana biasanya di lokasi pintu gerbang di sebuah tempat rekreasi, hanya ada tanda panah seukuran tangan orang dewasa yang terbuat dari kayu sembarangan dengan tulisan tangan 'Mawun Beach'. Namun begitu ketika kita masuk dan berada di pantainya, siapapun pasti akan langsung berdecak kagum akan pesona keindahannya. Kita disuguhi pemandangan yang indah, alami dan suasana sunyi yang menyiratkan kedamaian. Pantainya sendiri berada di daerah semi tertutup karena ini adalah teluk kecil dengan bentuk menyerupai tapal kuda sehingga lautnya tenang tidak bergelombang. Pasir putih berbentuk merica membentang lebar sepanjang separuh teluk kecil ini, air lautnya biru dengan kejernihan luar biasa karena disini hampir tak ada limbah yang masuk mengalir ke laut ini. Kami tak tahan berlama-lama untuk hanya memandangi keindahan alam pantai Mawun ini, kami segera pergi berenang di air nan jernih ini.
Saat kami berkunjung ke pantai Mawun ini, hanya ada beberapa turis asing yang sedang mandi, berenang, atau hanya sekedar berjemur di pasir pantai ini. Mereka dapat menikmati alam pantai ini sepuasnya tanpa harus risih oleh ulah pedagang asongan atau yang menawarkan jasa-jasa lainnya. Karena disini hanya ada 2 warung minuman ringan dan snack, 3 orang penjual kain khas Lombok, dan 1 orang penjual kelapa muda. Kami tidak melihat ada turis domestik lain yang berkunjung ke pantai ini.
Kenapa kunjungan wisatawan ke pantai yang indah ini hanya dapat dihitung dengan jari saja setiap harinya, tidak sebanding dengan keindahannya? Dahulu mungkin yang menjadi masalah untuk datang ke pantai Mawun ini adalah akses dan faktor keamanan di perjalanannya, namun untuk saat ini, hal tersebut sudah tidak menjadi masalah lagi. Jadi yang kurang adalah promosi dan informasi tentang pantai ini, dan tentu saja tentang keberadaan dari berbagai  fasilitas wisata  yang dibutuhkan para wisatawan. Kini fasilitas yang sudah tersedia selain dua warung sederhana, tiga bale-bale, dan kamar mandi sederhana. Tempat bilas apalagi kamar penginapan belum tersedia. Juga tidak ada rambu-rambu informasi tentang kedalaman pantai beserta petugas jaga pantainya. Agak miris untuk sembarangan mandi di pantai ini walaupun sampai saat ini belum pernah ada kejadian kecelakaan sewaktu berenang di pantai Mawun ini. Apakah fasilitas-fasilitas wisata tersebut baru akan dibangun setelah banyak wisatawan yang datang seperti kebiasaan dalam pembangunan kita? Atau kita siapkan fasilitas wisatanya baru kita promosikan untuk mengundang banyak wisatawan datang ke pantai Mawun ini? Saya pikir dengan logika umum, yang poin kedua yang mestinya jadi pilihan.
Jalan Menuju Pantai Mawun
Penduduk Desa Mawun Sedang Proses Mendulang Bijih Emas
Pantai Mawun yang Semi Tertutup
Pasir Putihnya Membentang di Lingkaran Dalam Pantai
Di Sebelah Kanan Juga Membentang Pasir Putih dan Bukit Tandus
Turis Hanya Ada Beberapa Orang Saja
Masih Sangat Alami
Perlu Penambahan Fasilitas Wisata dan Promosi
bale-bale dan warung sederhana


Read More --►

Sabtu, 02 November 2013

Pantai Senggigi di Lombok yang Tetap Mempesona

Tadinya saya pikir dengan pindahnya Bandara Internasional Lombok dari Ampenan Mataram ke Praya Lombok Tengah akan mengurangi jumlah wisatawan yang datang ke pantai Senggigi. Bagaimana tidak? Bandara yang dulunya berada di Ampenan yang letaknya ber-tetangga-an persis dengan pantai Senggigi sehingga wisatawan dari bandara itu kalau mau ke pantai Senggigi hanya membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai di Senggigi. Sedangkan Bandara Lombok saat ini berada di Praya di Lombok Tengah, agak jauh dari letaknya pantai Senggigi. Sekarang apabila wisatawan dari bandara yang bermaksud ke Senggigi harus masuk kota Mataram dahulu dan butuh waktu sekitar 1,5 jam. Malahan letak bandara Lombok saat ini lebih dekat ke pantai Kute yang menjadi salah satu tujuan wisata di pulau Lombok. Kenyataannya jumlah wisatawan yang datang dan menginap di sekitaran pantai Senggigi tidak berkurang dari sejak bandara pindah. Memang, Senggigi adalah jalur wisata yang akan menuju Gili Trawangan, Air, dan Meno.
Jalan menuju Senggigi beraspal mulus dengan jumlah kendaraan yang lalu lalang tidak banyak, kanan kirinya diwarnai kehijauan pohon pohon kelapa dan rerumputan. Ketika kami lewat sebelum di pusat kota Senggiginya kami melihat ada beberapa bangunan sederhana terletak di pinggir pantai yang dibangun oleh pemerintah daerah setempat sebagai spot untuk melihat sunset atau matahari tenggelam. Kebetulan waktu itu sudah sore, kami mampir untuk menikmati sunset yang sebentar lagi akan tiba. Duduk di perbukitan bibir pantai pada ketinggian vertikal 15 meter, dengan udara yang segar adalah suatu tempat yang ideal untuk menyaksikan sunset. kami duduk manis sambil ditemani secangkir kopi hangat dan jagung bakar panas. Nikmat sekali! Selain wisatawan domestik juga ada beberapa wisatawan asing yang terlihat begitu antusias untuk menyaksikan matahari tenggelam yang menandakan terjadinya perubahan waktu dari siang ke malam hari. Ketika saat-saat sunset akan tiba, suasa sunyi sambil mata tak putus memandangi matahari kemerahan yang sebentar lagi akan istirahat di ufuk barat. Keindahan yang sempurna!
Beranjak sebentar dari tempat menyaksikan sunset kami tiba di pusat desa Senggigi-nya. keramaian di Senggigi hanya sepanjang 1 km saja, tidak banyak memang. Dan suasanya tidak banyak mengalami perubahan banyak, baik hotel, jumlah cafe dan restoran serta suasana jalan-jalan sekitarnya. Hampir sama seperti keadaan tahun-tahun sebelumnya. Suasananya tidak ramai, jauh berbeda apabila dibandingkan dengan suasana pantai Kuta di Bali yang cenderung hiruk pikuk. Disini di Senggigi lebih ke suasana sunyi dengan lampu penerangan yang sedikit temaram serta orang yang berlalu lalang juga tidak banyak. Justru dengan suasana yang jauh dari hingar bingar seperti itulah yang, banyak disukai oleh wisatawan asing terutama yang sudah memasuki masa senior. Linda Naff seorang turis dari Belanda yang ketemu di toko roti yang tiap tahun, dia bercerita dengan ramah bahwa dia selalu datang ke Senggigi ini hampir setiap tahun, tapi dia mengatakan juga; 'kalau nanti Senggigi terjadi perubahan masif maka saya tidak akan datang lagi ke Senggigi. Saya akan cari tempat yang lain'. Maksud dia, perubahan pasti terjadi namun agar tetap mempertahankan ciri utama dari suasana pantai Senggigi ini karena hal itulah yang jadi keunggulan utama dari pasar wisata pantai Senggigi ini.
Menyaksikan Sunset
Sunset di pantai Senggigi Lombok
Menikmati sunset berteman secangkir kopi dan jagung bakar
Menikmati sunset sambil bermain di pantai
Suasana Senggigi di Sore Hari
Suasana yang paling ramai di Senggigi hanya seperti ini
Souvenir tersedia juga disini
Makan malam romantis di pinggir pantai juga tersedia
Ikan bakar menjadi kuliner favoritnya
 
 
 
 

Read More --►

Selasa, 18 Juni 2013

Melihat Keindahan Gunung Anak Krakatau dari Pantai Carita-Banten

Pantai Carita terletak di kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dan berada dalam satu garis dengan Pantai Anyer yang jauh lebih dikenal orang. Anyer lebih dikenal karena faktor aksesnya. Pantai Anyer berada relatif lebih dekat dengan jalan tol Jakarta - Merak. Sedangkan untuk sampai di pantai Carita membutuhkan waktu 3 jam perjalanan dari Anyer atau dari outramp tol Serang Timur. Namun demikian kalau kita berkunjung ke pantai Carita, sepanjang perjalanan yang kita lewati, mulai dari Pandeglang kota melalui Mandalawangi sampai di lokasi pantai Carita, kita akan disuguhi pemandangan alam yang sungguh sangat luar biasa indahnya. Pemandangan bukit, hutan, sawah terasering, kolam ikan dan pedesaan yang kental budaya agrarisnya, sangat-sangat menarik. Pikirku; ‘tidak ada tempat lain dimana kita akan mendapatkan pemandangan indah semacam ini, apalagi yang berada di dekat kota Jakarta?’.


Suasana sepanjang pantai Carita-nya sendiri juga sangat indah. Laut yang jernih yang berdinding perbukitan hutan dan suasana yang tenang tidak hiruk pikuk seperti halnya tempat-tempat wisata pantai lainnya. Ditambah lagi dengan alam yang hijau dengan masyarakatnya yang bersahaja yang lebih banyak menggantungkan kehidupannya kepada pertanian dan perikanan bukan kepada sektor jasa. Dan adalah pemandangan yang biasa, apabila di depan rumah penduduk didapatkan padi, cengkih, kopi yang sedang dijemur, tumpukan kelapa, atau tumpukan hasil hutan lainnya. Masyarakat pantai Carita seolah menjalani kehidupan ini dengan hati yang relax tanpa terburu-buru dikejar waktu dan tidak berperilaku konsumtif.


Pantai Carita-nya sendiri termasuk tipe pantai berbatu karang dengan hanya sedikit sekali pasir putihnya, sehingga untuk kegiatan berenang agak sulit dilakukan, namun wisata air lainnya dapat dengan mudah dilakukan, apakah itu; memancing ikan, snorkeling, banana boat, berperahu dan lainnya. Dan yang paling menakjubkan adalah pemandangan Gunung Anak Krakatau yang telah melegenda yang berdiri di laut yang ada di seberang sana. Cantik sekali.


Gunung Krakatau meletus pada tahun 1883 yang menggegerkan dunia. Kedasyatan letusan Gunung Krakatau terdengar sampai jarak ribuan kilometer. Kemudian pada tahun 1927 muncullah anak gunung Krakatau yang merupakan gunung baru yang berasal dari kaldera gunung Krakatau yang sudah meletus itu. Gunung baru tersebut dinamai dengan gunung Anak Krakatau. Dan kini bisa dilihat dengan mudah dari panai Carita. Tinggi gunung Anak Krakatau ini adalah 230 meter dan tiap tahun ketinggiannya bertambah sekitar 5 cm sebagai akibat dari muntahan material dari kawahnya. Apabila anda berminat ingin berkunjung ke gunung Anak Krakatau ini, di pantai Carita banyak orang yang menawarkan jasa penyeberangan dengan perahunya. Saya lihat banyak turis asing yang memanfaatkan jasa mereka untuk berangkat berwisata ke gunung Anak Krakatau. Tarif sewa perahu yang berkapasitas 5 orang penumpang dengan 2 mesin tempel yang masing-masing berukuran 40 pk adalah Rp 2 juta. Tarif ini adalah tarif perjalanan pulang-pergi, Carita - gunung Anak Krakatau. Dimana untuk berangkat yang membutuhkan waktu 1,5 jam, kemudian wisatawan sepuasnya berada di area gunung Anak Krakatau, umumnya digunakan untuk mendaki puncaknya, baru sore harinya kembali lagi ke Carita. Kalau mau menginap di gunung Anak Krakatau juga bisa, cuma harus bawa sendiri perlengkapan kemping dan makanan karena disana tidak ada fasilitas penginapan, warung dan lainnya. Untuk paket ini tarif sewa perahunya = Rp 4 juta. Turis asing banyak yang menyukai paket ini. Kalau mau ke Taman Nasional Ujung Kulon yang masih sekitaran Carita, juga bisa berangkat dari pantai Carita ini. Tarif sewa perahu untuk pulang pergi Rp 4 juta yang bisa disatukan dengan kunjungan ke gunung Anak Krakatau. Kalau mau menginap di Ujung Kulon juga bisa, dengan tarif sewa perahunya Rp 8 juta. Sangat menarik.


Untuk urusan kuliner di sekitaran pantai Carita. Di Carita banyak warung ikan bakar, misalnya warung Barokah Alam di dekat Mutiara Hotel. Soal rasa, pasti puas dech, soal harga-terhitung low price. Bayangkan cumi yang besar-besar dan segar hanya Rp 70 rb/kg dan harga ini adalah harga hidangan artinya cumi tersebut mau dimasak apa saja sesuai selera pembeli, harga udang Rp 100 rb/kg, harga rajungan Rp 70 rb/ kg dan harga aneka ikan Rp 70rb/kg. Kami bertiga memesan ½ kg cumi yang dimasak asam manis dan ½ kg rajungan yang dimasak saus padang, hanya menghabiskan Rp 90 rb saja. Itu sudah termasuk nasi, sambal lalab dan es jeruk.


Untuk tarif hotel di sekitaran pantai Carita, mulai Rp 200 rb s/d Rp 1 juta-an tersedia disini. Kami menginap di hotel pinggir pantai dengan tarif Rp 400 rb/kamar/malam sudah sangat memuaskan karena fasilitas standar hotel umumnya, sudah bisa kita nikmati.
Jalan pedesaan menuju lokasi Pantai Carita
Suasana agraris yang masih kental
Pantai Carita
Pantai Carita bertipe Pantai Berbatu Karang
Aktifitas memancing
Pantai Carita yang tenang
Pantai Carita yang masih alami
Ikan Bakar, andalan kuliner Carita
Rajungan saus padang, sedap sekali
Pemandangan Gunung Anak Krakatau, indah sekali
Read More --►

Rabu, 08 Mei 2013

Pantai Sanur di Bali yang Tenang


Pantai Sanur adalah salah satu favorit wisata pantai di Bali. Geomorfologis Pantai Sanur berbeda dengan Pantai Kuta. Pantai Sanur berada dalam satu teluk yang lautnya tenang dan dangkal sehingga bukan tujuan para pehobi surfing. Berbeda dengan Pantai Kuta yang memiliki laut terbuka dengan gelombang ang tinggi. Nah, justru laut tenang Sanur yang jadi incaran turis tertentu, khususnya bagi pelancong lanjut usia dan pasangan yang berbulan madu.

Lingkungan Pantai Sanur terasa dalam suasana tenang dan tentram tanpa hingar bingar yang datang dari mall, restoran atau diskotik. Kalaupun di bar kecil ada yang menampilkan live music, dipastikan musicnya adalah musik cauntry, blues, atau classic. Dengan alat musik sederhana semacam: perkusi, akordeon, gitar, dan saksofon. Di sepanjang pantainya ditumbuhi oleh vegetasi pantai semacam pohon kelapa, cemara laut, sukun, dan lainnya dan sangat teduh dan rindang. Sungguh suasana yang membuat hati jadi senang.

Aktifitas turis di pantai ini, lebih banyak berjemur di atas kursi selonjor yang ditaruh di atas hamparan pasir putih, sambil memandangi laut yang biru. Tetapi ada juga yang beraktifitas wisata bahari yang bermain di atas jet sky, parasailing, sailing, snorkeling, atau jogging atau bersepeda di track yang telah ada dengan rapih di bibir pantai sepanjang 3 km-an.

Turisme Pantai Sanur lebih condong diperuntukkan kepada turis ‘berduit’. Tarif kamar hotelnya saja diatas Rp 1 juta per malam. Akan lebih mahal lagi kalau memilih hotel yang berada tepat di pinggir pantainya. Persoalannya bagi yang menginap jauh di bibir pantai, untuk masuk ke pantainya harus jalan melingkar agak jauh. Karena akses ke pantai sudah tertutup oleh bangunan hotel, restoran, atau tempat spa. Entahlah, apakah disini masih berlaku kaidah umum untuk laut atau pantai yaitu ‘open access’ ?





Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving