Deswita Alifia Damayanti

Perempuan, 8 tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>meditasi09.blogspot.com
=>deswitaku.blogspot.com
=>sangsurya09.blogspot.com
=>deswita16@gmail.com
::
Start
Deswita Alifia D™ Vivi
Shutdown

Navbar bawah

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label bantul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bantul. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Maret 2014

Pantai Parangkusumo di Jogja yang Kini Didatangi oleh Banyak Caleg


Pantai Parangkusumo yang letaknya bersebelahan dengan pantai Parangtritis berada sekitar 20km dari kota Jogja. Pantainya indah datar namun berpasir hitam. Kalau banyak orang datang ke pantai Parangtritis dengan tujuan utamanya adalah untuk menikmati wisata pantai atau wisata bahari lainnya, namun kalau datang ke pantai Parangkusumo memiliki tujuan lain yang lebih dari sekedar untuk berwisata.

Saat sekarang dimana sebentar lagi akan dilaksanakan Pemilu Legislatif untuk tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota, tidak sedikit para caleg-nya dari berbagai daerah datang ke pantai Parangkusomo ini untuk berziarah dengan tujuan untuk meminta ‘kekuatan’ untuk ‘bertarung’ pada Pemilu Legislatif dan tentunya untuk meminta bantuan agar niat dan tujuan dari para caleg yang datang kesini dapat dilancarkan urusannya dan dapat ‘goal’ menjadi anggota legislatif.

Di pantai Parangkusumo diyakini oleh yang mempercainya ada tempat dimana dulu menjadi tempat bertemu antara Sultan Agung dan Nyi Roro Kidul. Sebagaimana kita ketahui, Sultan Agung adalah pendiri dan raja pertama dari Kerajaan Mataram yang nantinya pecah menjadi dua menjadi Kasultanan Ngajogjakarta di Jogja dan Kasunanan Surakarta yang berada di Solo. Sultan Agung adalah penguasa darat sedangkan Nyi Roro Kidul adalah gambaran dari penguasa laut selatan. Maka ketika keduanya bertemu maka akan menjadi kekuatan yang luar biasa yang dapat menguasai jagat ini. Dan kekuatan inilah yang dicari oleh para caleg yang datang ke pantai Parangkusumo.

Menurut Jacob Sumardjo yang ditulis di harian Kompas pada tanggal 13 Maret 2014: praktik klenik sudah lama tidak disukai oleh kaum pemeluk teguh agama-agama besar. meski demikian, praktik ini tak kunjung lenyap. masih ada banyak orang yang mempercayai bahwa kekuasaan adalah kekuatan untuk memerintah banyak orang yang jadi tanggung jawabnya. Kekuasaan seperti itu bukan berasal dari dirinya sendiri tetapi kekuasaan itu ada hubungannya dengan Yang Mahakuasa. Kekuasaan manusia itu bergantung kepada kekuasaan lain yang berada di luar manusia.

Para peziarah termasuk diantaranya banyak caleg umumnya mendatangi cepuri di pantai Parangkusumo ini pada hari Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon serta sepanjang bulan Suro menurut penanggalan Jawa.

Datang dengan menabur bunga di Cepuri. Kemudian nantinya bunga-bunga itu akan dilarung ke laut Pantai Parangkusumo yang hanya beberapa meter letaknya.

Selain menabur bunga ada beberapa peziarah yang menyembelih kambing atau kerbau. Bahkan ada peziarah yang telah berhasil atas niatnya, mereka mengadakan pertunjukan wayang kulit di pelataran cepuri ini.

Pada malam dan waktu-waktu peziarah ramai datang ke pantai Parangkusumo ini, sudah dipastikan semua penginapan dan hotel di sekitaran pantai ini akan penuh sesak. Tarif penginapan atau hotel di sekitaran pantai Parangkusumo, mulai Rp 75rb/malam
Pantai Parangkusomo di Bantul Jogja
 
Read More --►

Selasa, 11 September 2012

Mantapnya Rasa Sambel Welut Pak Sabar di Dokaran Bantul-Jogja


Tempatnya memang nyempil malah ada di sebelah tempat pemakaman jadi jangan sampai keliru mau ke tempat makan atau mau ke tempat makam? Namun demikian pengunjung terutama pada siang hari jam makan membludak melebihi kapasitas tempat duduk yang tersedia.
Warung makan Sambel Welut Pak Sabar yang berada di Dongkaran Jalan Imogiri Barat-Bantul ini memang sederhana namun berbeda soal rasa yang ditawarkannya. Warung ini hanya menyajikan menu welut atau belut goreng, ikan gabus goreng dan lele lokal goreng. Lelenya bukan lele dumbo yang ukurannya sebesar lontong itu dan yang umum disajikan dalam bentuk pecel lele. Yang ini benar-benar lele lokal yang ukurannya sebesar 2 jari. Lele lokal atau Clarias batracus saat ini sudah sangat susah ditemukan itu terjadi setelah lele dumbo dimasukkan ke Indonesia dari Thailand. Lele lokal memiliki tekstur daging yang lebih kenyal dan tentu lebih gurih dari lele dumbo. Harga per porsi hanya Rp 30 ribu saja.
Welut seukuran jari orang dewasa digoreng tidak terlalu kering dengan sedikit rasa manis, sungguh teman nasi yang dapat menambah nafsu makan. Sedangkan ikan gabus yang digoreng kering dipotong potong kemudian disajikan. Harga satu porsi belut goreng Rp 25 ribu sedangkan untuk gabus goreng Rp 28 ribu.
Makan di warung Pak Sabar tidak afdol kalau tanpa sambel welutnya. Sambel welut adalah menu andalan Pak Sabar. Sambalnya dibuat dadakan dari cabe merah, cabe rawit, kencur, bawang merah, sedikit bawang putih, daun jeruk dan daging welut rebus sebagai pengganti terasi. Ditumbuk dan disajikan kering, hemm wangi khas-nya saja sudah mengundang selera. Nasi putih hangat dan gabus atau welut goreng ditambah dengan sambal welut yang pedas dijamin nambah nasinya dan berkeringat. Menu makan siang yang istimewa.
Ketika penulis berkunjung ke warung tersebut untuk makan siang, pelanggan memenuhi kursi yang tersedia dan yang sedikit suprise adalah sebagian pengunjungnya adalah mahasiswi atau seimurannya. Lho mereka tidak nolak belut ya?
Warung sambel welut Pak Sabar berada nyempil di Jln Imogiri Barat-Bantul
Welut gorengnya sedap
Gabus goreng-nya renyah dan gurih
Sambel welut Pak Sabar yang jadi andalan menu-nya
Makan siang yang istimewa
Lahap sampai berkeringat


Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving