Deswita Alifia Damayanti

Perempuan, 8 tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>meditasi09.blogspot.com
=>deswitaku.blogspot.com
=>sangsurya09.blogspot.com
=>deswita16@gmail.com
::
Start
Deswita Alifia D™ Vivi
Shutdown

Navbar bawah

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label patin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label patin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2015

Thaparocleidus sadilii n. sp, Adalah Parasit Jenis Baru Yang Ditemukan Pada Insang Ikan Pangasius djambal



Kurun waktu tahun 1995 sampai 2000, ada kerjasama antara Orstom Perancis dengan Badan Litbang Pertanian cq Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Sukamandi Jawa Barat tentang Catfish Asia.  Negara lain yang juga bekerjasama dengan Orstom yang kemudian berubah nama menjadi IDR- Perancis selain Indonesia adalah Vietnam dan Thailand. Cat fish adalah beragam jenis lele termasuk di dalamnya adalah ikan patin atau jambal atau pangasius, selain lele lokal. Dalam perjalanannya, spesies yang lebih banyak dikerjakan terbatas kepada jenis ikan patin/jambal/pangasius.
Secara spesifik spesies pangasius yang diteliti mendalam di Indonesia adalah jenis Pangasius djambal, di Vietnam adalah Pangasius bocourti, di Vietnam dan di Indonesia untuk jenis Pangasius hypopthalmus, dan di Thailand adalah Pangasius gigas. Dalam perkembangannya, penelitian di Indonesia relatif lebih banyak dilakukan kepada Pangasius hypopthalmus yang merupakan ikan introduksi dari Thailand dibandingkan kepada Pangasius djambal yang merupakan ikan endemik Indonesia tetapi sudah sangat susah ditemukan (rare spesies).
Pada tahun 1995 s/d 1998 kami survey mengeksplor potensi Pangasius jambal di sungai sungai pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Beberapa sample didapatkan tetapi dalam jumlah yang sedikit sehingga sulit untuk dijadikan indukan atau untuk keperluan penelitian lainnya. Itu dapat dimengerti karena Pangasius  djambal sudah termasuk katagori langka (rare).
Survey pada tahun 1997, kami mendapatkan relatif banyak ikan Pangasius djambal di sebuah bendungan yang terletak dalam aliran sungai Bengawan Solo yang tepatnya di daerah Cepu. Masyarakat sekitar sungai Bengawan Solo di Cepu menyebutnya dengan nama ikan jendil dan ada yang menyebutnya ikan jambal. Ikan ini adalah ikan endemik Bengawan Solo namun populasinya sudah nyaris punah.
Penelitian penelitian yang dilakukan untuk pangasius di Indonesia meliputi aspek genetika, pembenihan, rearing/pembesaran, pakan, dan penyakitnya. Dan dari hasil penelitian penelitian inilah menjadi cikal bakal pesatnya usaha budidaya ikan patin di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan seperti apa yang dapat kita disaksikan sekarang ini.
Berkaitan dengan penelitian penyakit pada ikan Pangasius djambal oleh Pariselle A, Lim L.H.S dan Lambert A, yang dilakukan di laboratorium Universitas Montpellier Perancis, ditemukan adanya parasit jenis baru (yang sebelumnya belum teridentifikasi) pada insan ikan pangasius djambal yang diambil dari Bendungan Karet di Kab. Cepu di aliran sungai Bengawan Solo. Dengan alasan karena yang mengeksplor keberadaan ikan pangasius djambal di peloksok Jawa adalah saya dan kawan kawan, maka parasit tersebut diberi nama Thaparocleidus sadilii. Sadilii tentunya diambil dari nama belakang saya.
Penamaan terhadap salah satu biota dengan nama saya adalah penghargaan yang sangat luar biasa bagi saya.  Terima kasih Prof Mark Legendre, Prof Laurent Pouyoud, Jack Slembrough, Pariselle, dan Lambert  dari Montpellier Perancis,  dan teman teman DR Anang Hari Kristanto, Oman Komaruddin, dan Jojo Subagja.
Pustaka:
Pariselle A, Lim L.H.S, and Lambert A. 2002. Monogeneans From Pangasiidae (Siluriformes) in SouthEast Asia: Five New Spesies of Thaparocleidus Jain, 1952 (Ancylodiscoididae) From Pangasius Bocourti, P. Djambal and P. Hypopthalmus. Parasite Journal 2002. 9. 207-217
 
Sungai Bengawan Solo dengan segala aktifitasnya
Bendungan Dam Karet di Aliran Sungai Bengawan Solo di Cepu




Pengambilan sample ikan jendil di Dam Karet Bengawan Solo di Cepu
ikan jendil yang tertangkap jaring untuk dijadikan sample



Pangasius djambal dari Bengawan Solo




Analisis sample ikan di lapangan
analisis sample di lapangan

Gambar Parasit Thaparocleidus sadilii n. sp











Read More --►

Kamis, 29 November 2012

Sedapnya Lele Bakar di kota Hanoi

Kuliner Vietnam memiliki sejarah panjang terkait dengan negara penjajahnya yaitu Perancis dari tahun 1883 sampai dengan 1954. Perancis banyak menyusup kepada kebiasan cara makan dan jenis panganan bagi masyarakat Vietnam. Bertebaran di seantero kota tempat ngopi dan makan camilan yang hanya duduk di kursi kecil, menikmati makanan kecil bersama kawan-kawannya 3 – 4 orang lebih dan itu bisa menghabiskan waktu 2 jam lebih. Restoran-restoran-pun di Hanoi banyak yang tidak menyediakan nasi, kalaupun makan berat. Karena pada waktu makan yang bisa 2 jam itu, mereka tidak hanya pesan satu macam makanan tetapi mengikuti kaidah makanan pembuka dahulu, makanan utama baru kemudian makanan penutup.
Kamis sore di musim winter dengan suhu dingin 15 derajat C, kami mengunjung restoran terkenal yang menyediakan menu lele bakar yaitu Restoran lele bakar Thang Long atau Nha Hang Cha Ca Thang Long yang berada di jalan Duong Thanh no 31, Kota Hanoi. Restoran yang menempati sebuah ruko dengan kapasitas 50 orang, pada waktu kami datang sudah penuh oleh pengunjungnya. Kami harus menunggu beberapa saat. Ini memperlihatkan bahwa menu lele bakar di restoran ini adalah makanan favorit.
Lele bakar ini diserve dalam kuali kecil dengan kompornya yang menyala di atas meja di depan kita. Pertama yang dimasukkan adalah bumbu tumis kemudian pilet ikan patin (ikan patin = cat fish = jenis ikan lele-lelean), diaduk sampe panas kemudian ditambahkan seabreg sayuran daun adas (adas adalah nama sejenis sayuran di Jawa, di supermarket besar, namanya daun dill, harganya Rp 2500/ikat) diaduk pake sumpit sampe matang. Jadi ternyata bukan cat fish grill atau lele bakar tetapi sesungguhnya ini lele tumis. Setelah makanan itu panas, kami dengan mangkuk kecil yang sudah ada mie berasnya, menaruh ‘lele bakar’ itu ke dalam mangkuk dan kemudian ditambahkan sedikit daun bawang, seledri, irisan cabai merah, saus, dan kacang sesuai selera. Ohh betul ‘lele bakar’ ini sungguh lezat hanya saja bagi ukuran rasa di lidah orang Indonesia terasa kurang asin. Itu tak masalah tinggal tambahkan sedikit saus asin lagi. Orang Vietnam banyak makan sayuran. Kalau makan, sayurannya pasti habis. Dan lagi masakan Vietnam selalu berprinsip kepada keseimbangan 'yin dan yang', artinya harus seimbang antara karbohidrat, protein, dan berbagai vitamin mineral yang didapatkan dari sayura. Masakannya juga tidak pake garam tetapi pake minyak ikan untuk mendapatkan rasa asinnya.   Sehingga saya bisa mengatakan bahwa makanan Vietnam itu adalah makanan sehat.

Harganya dihitung per orang yaitu 6 US$ atau 12 ribu Dong (VND). Boleh juga nich buat inspirasi usaha di Jakarta. Dan di Jakarta belum ada menu lele bakar seperti ini.
Restoran lele bakar THANG LONG

Pilet ikan patin yang sudah matang dipanaskan
Tambahkan sayuran daun adas dan tumis















Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving