Deswita Alifia Damayanti

Perempuan, 8 tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>meditasi09.blogspot.com
=>deswitaku.blogspot.com
=>sangsurya09.blogspot.com
=>deswita16@gmail.com
::
Start
Deswita Alifia D™ Vivi
Shutdown

Navbar bawah

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label restoran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label restoran. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Februari 2013

Sedapnya Mie Aceh di Restoran Titi Bobrok Kota Medan

Ketika saya ada di Medan, ada teman yang ngajak saya untuk makan mie aceh, saya langsung setuju karena saya ingin ada variasi kuliner lain, tidak tiap hari mengudap durian terus menerus. Saya diajaknya naik bentor ke restoran Titi Bobrok yang berada di Jalan Setiabudi. Lumayan jauh juga dari tempat kami menginap yang ada di sekitaran Mesjid Raya. Bayar becak motor-nya saja Rp 25 ribu sekali jalan.
Restoran Mie Aceh Titi Brobrok cukup luas juga dengan kapasitas lebih dari 50 orang pengunjung dan pengunjungnya-pun membludag, baik yang makan di tempat maupun yang take away. Ada beberapa jenis mie aceh yang disajikan di restoran ini, ada mie aceh goreng maupun kuah biasa dengan harga Rp 8000/porsi, kemudian ada mie aceh kepiting dengan harga Rp 17 500/porsi, dan yang paling mahal adalah mie aceh udang dan daging dengan harga Rp 20.000 per porsi. Saya pesan mie aceh kepiting dan teman saya milih mie aceh udang dan daging.
Ketika sudah terhidang dihadapan, wah, warna merah hidangan dan wangi masakan khas Aceh langsung menyergap hidung saya. Tak tahan ingin segera menyantap mie yang mengebul panas beraroma ini. Kepitingnya benar-benar utuh satu ekor. Jadi yang terlihat dalam piring hidangan adalah satu ekor kepiting utuh yang diguyur dengan kuah mie. Rasa kuah dan mie-nya sangat merangsang selera dengan pedas merica dan cabai yang tajam. Padahal membuat mie aceh di restoran ini dilakukan secara masal tidak per piring, walaupun begitu, soal rasa masih bisa tetap terjaga. Bagaimana dengan teman saya yang menyantap mie aceh udang dan daging? Komentarnya adalah: ‘tidak enak yang ada adalah enak sekali’. Sambil bercanda.
Porsi mie aceh disini tidak dalam porsi kebanyakan seperti yang biasa kita temui di tempat lainnya. Sehingga dengan porsi yang pas, makan mie aceh disini-pun terasa lebih nikmat. Apalagi harganya yang tidak kemahalan, maka tidak heran kalau yang datang ke restoran ini sangat beragam, mulai dari pelajar sampai seumuran kakek nenek. Dan kursi-kursi yang tersedia selalu penuh oleh para pengunjung
Kalau ke Medan jangan lupa mampir ya?
Mie Aceh Kepiting, pedas dan sedap
Lahap menyantap mie aceh kepiting
Ruang restoran yang luas yang dapat menampung 50 orang
Menyiapkan mie aceh pesanan
Memasak mie aceh secara masal namun rasa tetap terjaga
Daftar harga menu di Restoran Titi Bobrok
Restoran Mie Aceh Titi Bobrok di Jln Setiabudi Medan


Read More --►

Senin, 24 Desember 2012

Ah Poong, Pasar Apung @ Sentul City-Bogor. Tempat Makan Enak

Satu lagi pusat kuliner telah dibuka di Sentul City-Bogor. Tepatnya di belakang mall Belanova. Dan yang ini sangat khas yaitu mengambil tempat di pinggir sungai jadi selain tempatnya yang luas juga nuansa sungai yang suara alirannya terdengar kuat dan tentu udara yang segar karena benar benar berada di ruang terbuka dengan pemandangan perbukitan. Nama tempat makan ini adalah 'Ah Poong', pasar apung @Sentul City. Walaupun sama-sama berada di pinggir sungai, seperti restoran yang ada di Sungai Mahakam-Samarinda atau restoran yang ada di pinggir sungai Kapuas di Pontianak atau sekalipun yang ada di pinggir sungai Mekong di kota Cantho-Vietnam, tempat makan ini di design dengan penuh kemewahan dan modern serta sangat menjaga kebersihannya. Dan satu lagi yang yang penting, menuju lokasi ini bebas dari kemacetan. Sangat indah dan mengenangkan.
Menu makanan yang disajikan sangat beragam, berbagai menu daerah seperi nasi liwet, nasi ungu, nasi bakar, nasi timbel, nasi goreng, rawon, sop buntut, berbagai masakan mie, berbagai macam minuman seperti; teh tarik, wedang ronde dan lainnya, semua ada tersedia disini. Pilih meja pas pinggir sungai untuk menyantapnya, wah sensasional sekali, tidak akan didapatkan suasana seperti ini di lain tempat, apalagi di kota-kota besar.
Soal harganya? Harga kaki lima yang sangat umum.
Ayo ke Bogor 




Read More --►

Kamis, 29 November 2012

Sedapnya Lele Bakar di kota Hanoi

Kuliner Vietnam memiliki sejarah panjang terkait dengan negara penjajahnya yaitu Perancis dari tahun 1883 sampai dengan 1954. Perancis banyak menyusup kepada kebiasan cara makan dan jenis panganan bagi masyarakat Vietnam. Bertebaran di seantero kota tempat ngopi dan makan camilan yang hanya duduk di kursi kecil, menikmati makanan kecil bersama kawan-kawannya 3 – 4 orang lebih dan itu bisa menghabiskan waktu 2 jam lebih. Restoran-restoran-pun di Hanoi banyak yang tidak menyediakan nasi, kalaupun makan berat. Karena pada waktu makan yang bisa 2 jam itu, mereka tidak hanya pesan satu macam makanan tetapi mengikuti kaidah makanan pembuka dahulu, makanan utama baru kemudian makanan penutup.
Kamis sore di musim winter dengan suhu dingin 15 derajat C, kami mengunjung restoran terkenal yang menyediakan menu lele bakar yaitu Restoran lele bakar Thang Long atau Nha Hang Cha Ca Thang Long yang berada di jalan Duong Thanh no 31, Kota Hanoi. Restoran yang menempati sebuah ruko dengan kapasitas 50 orang, pada waktu kami datang sudah penuh oleh pengunjungnya. Kami harus menunggu beberapa saat. Ini memperlihatkan bahwa menu lele bakar di restoran ini adalah makanan favorit.
Lele bakar ini diserve dalam kuali kecil dengan kompornya yang menyala di atas meja di depan kita. Pertama yang dimasukkan adalah bumbu tumis kemudian pilet ikan patin (ikan patin = cat fish = jenis ikan lele-lelean), diaduk sampe panas kemudian ditambahkan seabreg sayuran daun adas (adas adalah nama sejenis sayuran di Jawa, di supermarket besar, namanya daun dill, harganya Rp 2500/ikat) diaduk pake sumpit sampe matang. Jadi ternyata bukan cat fish grill atau lele bakar tetapi sesungguhnya ini lele tumis. Setelah makanan itu panas, kami dengan mangkuk kecil yang sudah ada mie berasnya, menaruh ‘lele bakar’ itu ke dalam mangkuk dan kemudian ditambahkan sedikit daun bawang, seledri, irisan cabai merah, saus, dan kacang sesuai selera. Ohh betul ‘lele bakar’ ini sungguh lezat hanya saja bagi ukuran rasa di lidah orang Indonesia terasa kurang asin. Itu tak masalah tinggal tambahkan sedikit saus asin lagi. Orang Vietnam banyak makan sayuran. Kalau makan, sayurannya pasti habis. Dan lagi masakan Vietnam selalu berprinsip kepada keseimbangan 'yin dan yang', artinya harus seimbang antara karbohidrat, protein, dan berbagai vitamin mineral yang didapatkan dari sayura. Masakannya juga tidak pake garam tetapi pake minyak ikan untuk mendapatkan rasa asinnya.   Sehingga saya bisa mengatakan bahwa makanan Vietnam itu adalah makanan sehat.

Harganya dihitung per orang yaitu 6 US$ atau 12 ribu Dong (VND). Boleh juga nich buat inspirasi usaha di Jakarta. Dan di Jakarta belum ada menu lele bakar seperti ini.
Restoran lele bakar THANG LONG

Pilet ikan patin yang sudah matang dipanaskan
Tambahkan sayuran daun adas dan tumis















Read More --►

Minggu, 02 September 2012

Di Bandung Ada Tempat Makan Yang Unik, Namanya Warung Misbar


Orang Bandung memang dikenal sangat kreatif, entah itu berkaitan dengan fesyien, musik, berkesenian, bahkan sampai tentang kuliner.
Yang terahir kini di Bandung ada tempat makan dengan nama ‘Warung Misbar’. Misbar adalah akronim gerimis bubar, suatu istilah untuk nonton film layar tancap yang umumnya diadakan pada malam hari dan di perdesaan, namun ketika sedang asik nonton, tiba-tiba hujan gerimis datang maka dengan serta merta para penonton akan bubar meninggalkan layar tancap yang sedang memutar sebuah judul film. Suasana itulah yang mau dibawa ke tempat santap ‘warung misbar’ itu.
Warung misbar berada di Jalan Riau-Kota Bandung yang mana di jalan tersebut sudah dikenal dengan tempat perbelanjaan fesyien di sejumlah factory outlet yang berjajar disitu. Warung misbar cukup luas dengan beberapa meja kursi dan ada satu layar film yang di depannya berderet tempat duduk setengah lingkaran seolah seperti di stadium mini. Warna interior didominasi dengan warna cerah dan disana sini ditempel poster-poster film jadul. Suasananya lebih kuat sebagai gedung film bukan misbar. Apalagi di Warung Misbar ini walaupun hujan turun, para pengunjung tempat ini akan tetap antengmenikmati panganannya, tidak langsung bubar.
Soal makanannya? Di warung misbar ini, tersedia banyak pilihan dengan beragam makanan ala sunda dengan rasa sedikit jawa (karena lebih manis). Pengunjung tinggal pilih apa yang disukai, kalau perlu dihangatkan tinggal minta untuk digoreng lagi. Konsepnya tidak berbeda dengan penyajian makanan di warung ampera yang sdah banyak tersebar di kota bandung. Jenis makanannyapun juga persis sama dengan yang disajikan di warung ampera, seperti: goreng ayam, goreng ikan, tempe, tahu, sayur lodeh, sayur kentang, sayur asem, semur jengkol, pete, sampe sambel lalapan.
Penulis merasakan sajian makanannya boleh juga, sesuai dengan selera, cukup enak. Dan yang lebih menarik lagi adalah tentang harganya. Penulis santap berdua dengan bermacam makanan dan minuman, hanya habis Rp 72 rb. Menarik sekali.
Tentang para pengunjungnya yang masuk pengamatan selintas dari penulis, sebenarnya mereka berkunjung ke warung Misbar ini selain untuk rasa makanannya adalah hanya mencari suasana yang berbeda dari yang restoran atau tempat-tempat makan yang sudah ada, sama sekali tidak ada yang memperhatikan potongan film yang sedang ditayangkan. Jadi kalau begitu bagaimana kalau tata pencahayaannya agak diredupkan tidak terlalu terang benderang seperti saat ini, sehingga suasana malam hari atau suasana berada di gedung film akan lebih terasa dan tentunya akan menambah selera makan yang ahirnya akan meningkatkan pesanan makanan dari para pengunjung.
 
Ini bukan judul film tetapi salah satu menu makanan di Warung Misbar
Menu tinggal pilih sesuai selera
Tempat mkan yang unik dengan layar film dan tempat duduk model stadium
Hiasan dinding dengan berbagai poster film jadul menguatkan tentang arena film

Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving