Deswita Alifia Damayanti

Perempuan, 8 tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>meditasi09.blogspot.com
=>deswitaku.blogspot.com
=>sangsurya09.blogspot.com
=>deswita16@gmail.com
::
Start
Deswita Alifia D™ Vivi
Shutdown

Navbar bawah

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label menu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Mei 2013

Santap Nikmat Masakan Melayu di Kota Pekanbaru

Di kota Pekanbaru yang semakin cantik dan bersih ini, banyak rumah makan yang menyediakan menu masakan Melayu, namun bagi saya, rasa otentik masakan melayu sudah pasti hanya ada di rumah makan Pondok Yurika yang berada di Jalan Sutomo. Rasa santan dan rasa pedasnya terpadu secara pas sehingga rasa dan aroma yang mampir di lidah adalah gurih wangi yang begitu menggoda. Sehingga secara tidak sadar nambah terus porsi nasinya.
Dengan eksterior dan interior bertema rumah jaman dulu, yang meja kursinya berderet seperti halnya di sebuah warung makan biasa dan dengan bunga artifisial di atasnya, semakin menguatkan rasa di berada rumah sendiri. Kemudian beragam makanan yang terdiri dari ragam masakan ayam, daging, sayur dan tentu yang menjadi ciri khas di rumah makan ini adalah aneka masakan ikan sungai seperti asam pedas ikan patin, gulai/goreng udang galah, gulai/goreng ikan baung, gulai/goreng selai baung yang disajikan didalam piring per piring seperti umumnya gaya penyajian di rumah makan Padang, menjadikan santap siang atau malam kami adalah ‘pesta demokrasi makan’ karena kami bebas memilih dan menentukan pilihan masing-masing. Bedanya disini, pilihan bukan hanya jatuh ke salah satu menu saja, tetapi sekiranya ruang perut ini masih mampu menampungnya, kami akan jelajahi rasa dan aroma dari masakan melayu yang tersedia di hadapan kami ini. Sungguh mantap rasa masakan melayu di Pondok Yurika ini.
Soal harga, rasanya tidak jauh berbeda dengan rumah makan sejenis lainnya. Harga gulai/goreng udang sungai Rp 25.000,-/porsi, gulai/goreng baung Rp 20.000,-, dan gulai/goreng salai baung Rp 25.000,-/porsi. Yang paling mahal adalah untuk seporsi asam pedas kepala patin, yaitu Rp 90.000,-/porsi. Apabila anda datang sendirian datang ke rumah makan ini, tentu tidak akan menyantap keseluruhan menu yang tersedia. Paling banyak kita menyantapnya hanya 2 jenis menu saja. Dan itu artinya harga yang harus dibayar oleh seorang pengunjung datang ke rumah makan ini, masih dalam kisaran harga yang wajar, yaitu sekitar Rp 50 rb – Rp 100 rb.
Selamat menikmati.
Di Pondok Yurika
Udang sungai Rp 25 rb/porsi
Goreng Ikan lais yang beraroma
Goreng ikan baung
Gulai ikan baung yang gurih
Goreng silais yang nikmat dan renyah

Santap siang yang nikmat
Patung Tarian Zapin makin mempercantik landmark kota Pekanbaru

Read More --►

Rabu, 06 Februari 2013

Sedapnya Mie Aceh di Restoran Titi Bobrok Kota Medan

Ketika saya ada di Medan, ada teman yang ngajak saya untuk makan mie aceh, saya langsung setuju karena saya ingin ada variasi kuliner lain, tidak tiap hari mengudap durian terus menerus. Saya diajaknya naik bentor ke restoran Titi Bobrok yang berada di Jalan Setiabudi. Lumayan jauh juga dari tempat kami menginap yang ada di sekitaran Mesjid Raya. Bayar becak motor-nya saja Rp 25 ribu sekali jalan.
Restoran Mie Aceh Titi Brobrok cukup luas juga dengan kapasitas lebih dari 50 orang pengunjung dan pengunjungnya-pun membludag, baik yang makan di tempat maupun yang take away. Ada beberapa jenis mie aceh yang disajikan di restoran ini, ada mie aceh goreng maupun kuah biasa dengan harga Rp 8000/porsi, kemudian ada mie aceh kepiting dengan harga Rp 17 500/porsi, dan yang paling mahal adalah mie aceh udang dan daging dengan harga Rp 20.000 per porsi. Saya pesan mie aceh kepiting dan teman saya milih mie aceh udang dan daging.
Ketika sudah terhidang dihadapan, wah, warna merah hidangan dan wangi masakan khas Aceh langsung menyergap hidung saya. Tak tahan ingin segera menyantap mie yang mengebul panas beraroma ini. Kepitingnya benar-benar utuh satu ekor. Jadi yang terlihat dalam piring hidangan adalah satu ekor kepiting utuh yang diguyur dengan kuah mie. Rasa kuah dan mie-nya sangat merangsang selera dengan pedas merica dan cabai yang tajam. Padahal membuat mie aceh di restoran ini dilakukan secara masal tidak per piring, walaupun begitu, soal rasa masih bisa tetap terjaga. Bagaimana dengan teman saya yang menyantap mie aceh udang dan daging? Komentarnya adalah: ‘tidak enak yang ada adalah enak sekali’. Sambil bercanda.
Porsi mie aceh disini tidak dalam porsi kebanyakan seperti yang biasa kita temui di tempat lainnya. Sehingga dengan porsi yang pas, makan mie aceh disini-pun terasa lebih nikmat. Apalagi harganya yang tidak kemahalan, maka tidak heran kalau yang datang ke restoran ini sangat beragam, mulai dari pelajar sampai seumuran kakek nenek. Dan kursi-kursi yang tersedia selalu penuh oleh para pengunjung
Kalau ke Medan jangan lupa mampir ya?
Mie Aceh Kepiting, pedas dan sedap
Lahap menyantap mie aceh kepiting
Ruang restoran yang luas yang dapat menampung 50 orang
Menyiapkan mie aceh pesanan
Memasak mie aceh secara masal namun rasa tetap terjaga
Daftar harga menu di Restoran Titi Bobrok
Restoran Mie Aceh Titi Bobrok di Jln Setiabudi Medan


Read More --►

Jumat, 28 September 2012

Setangkup Nasi untuk Meng ‘cover’ New York City


Orang Indonesia terutama saya, umumnya kalau makan harus berupa nasi, kalau makan roti sebesar apapun selalu dianggap belum makan dan menjadikan badan terus melemah tidak bisa beraktifitas normal. Persoalan tidak makan nasi muncul kalau lagi ada di negeri orang, entah di Eropa maupun Amerika. Nah, dalam perjalanan saya ke New York, ternyata kekhawatiran tidak bertemu nasi menjadi sirna. Mendapatkan menu nasi ternyata mudah, kalau ada uang bisa masuk restoran Thai atau China, namun kalau mau ngirit, kini di berbagai sudut kota dan di pinggir-pinggir jalan mudah ditemui gerobak penjual nasi. Gerobak ukuran 1m x 2m yang penjualnya umumnya dari Timur Tengah dan tentu tertera tulisan halal sebagai indikasi makanan yang ditawarkannya ‘aman’ disantap muslim. Saya hampir tiap pagi atau sore selalu membeli menu sarapan atau makan malam dari gerobak ini. Menu yang saya suka adalah ‘rice over lamb’, nasi yang diberi cacahan daging kambing dengan bumbu Timur Tengah yang kuat sekali seperti cengkeh, pala, bawang bombay, pedes cabai dan lainnya sehingga makanan ini sangat terasa bumbunya dan itulah yang menjadikan saya suka. Sebagaimana diketahui masakan barat umumnya kurang berasa bumbunya jadi hambar. Soal harganya; tidak usah khawatir, untuk satu porsi ‘rice over lamb’ hanya $6 dan itu-pun dapat disantap berdua, saking banyaknya. Kalau sudah makan nasi, saya bisa kuat untuk diajak berkeliling New York City seharian sekalipun, dan tidak takut akan masuk angin. Kita cover New York yuk
Gerobag seperti ini yang menjual aneka makanan termasuk nasi
Penjual nasi rata-rata berasal dari negara Timur Tengah
Yuk Keliling New York


Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving