Deswita Alifia Damayanti

Perempuan, 8 tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>meditasi09.blogspot.com
=>deswitaku.blogspot.com
=>sangsurya09.blogspot.com
=>deswita16@gmail.com
::
Start
Deswita Alifia D™ Vivi
Shutdown

Navbar bawah

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label manila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manila. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Februari 2013

Jalan-Jalan di Bonifacio-Metro Manila, Filipina


Ketika pesawat Philippine Airlines akan mendarat di bandara internasional Ninoy Aquino di Manila, screen video menanyangkan beberapa daerah wisata di Filipina yang direkomendasi untuk dikunjungi kemudian ditayangkan bagaimana tatacara transfer ke penerbangan lain dan dimana tempatnya, bagaimana pengurusan dokumen imigrasi dan dimana tempatnya, di kompeyor berapa tempat pengambilan bagasi penumpang pesawat ini, dan bagaimana transportasi ke kota. Tayangan penjelasan tersebut dilakukan secara lengkap, informatif, dan simpel. Pengurusan keimigrasian dibagi ke dalam 4 jalur, yaitu: (1) diplomat dan peserta konferensi atau meeting-meeting internasional (sebagaimana diketahui, Filipina banyak terdapat NGO atau LSM internasional, sehingga banyak kegiatan MICEdilakukan di Filipina); (2)  untuk tenaga kerja Filipina di luar negeri; (3) warga negara Filipina, dan (4) untuk warga asing/umum. Karena kita sudah diberitahu sebelumnya maka pengurusan dokumen keimigrasian dan bagasi sangat gampang dilakukan.

Begitu keluar dari dalam bandara, tidak ada calo taxi gelap atau pedagang asongan yang menyerbu penumpang yang baru datang. Karena informasi tentang transportasi sudah ditayangkan dan dijelaskan kepada kita. Jadi kita tidak akan terperangkap oleh mereka yang akan berbuat jahat. Disini, terasa sekali sangat memanjakan para turis atau pengunjung asing baik turis maupun untuk urusan bisnis untuk datang ke Filipina. Cara-cara pemberian informasi seperti yang dilakukan maskapai ini kepada para penumpang khususnya untuk pesawat rute internasional perlu ditiru oleh penerbangan nasional kita dan juga oleh otoritas bandara di Indonesia.

Tiba di Manila masih sore maka langsung saja jalan-jalan disekitaran hotel Best Western Premier F1 tempat dimana kami menginap yang berada di kawasan Bonificioc Global City, Taguig di Metro Manila. Dan cerita jalan-jalan disini tidak akan menceritakan ‘Manila undercover’ tetapi hanya jalan-jalan biasa di sore hari. Saya menulis topik ini karena saya tertarik akan kenyamanannya yang berbeda dengan image yang ada di benak saya tentang Manila sebelumnya.

Bonifacio Global City adalah kawasan baru yang merupakan kota satelit untuk Manila City. Kalau boleh diibaratkan untuk kota Jakarta, Bonifacio ini seperti BSD dan Depok, yang membedakannya adalah perencanaan tata ruang dan tata kotanya dibuat benar-benar untuk kenyamanan masyarakatnya. Penataan jalan dibuat menyerupai blok-blok berbentuk segi empat seperti umumnya di jalan di kota-kota besar dunia, pedestrian yang lebar dan nyaman, pembagian kawasan komersial dan pemukiman,  dan taman yang luas dan tertata rapih. Tidak ada lapak pedagang yang sembarang mangkal, tidak ada pengamen, pengemis, dan pemulung. Serba rapih dan bersih. Sangat berbeda dengan suasana BSD sekalipun. Dan tentu kawasan Bonifacio dengan gedung-gedung pencakar langitnya jauh lebih luas dari kawasan BSD.

Jalan yang lebar dengan tidak seramai jalanan di Jakarta, jarang sekali ditemui sepeda motor, kendaraan berlalu lalang dan berhenti dengan tertib sesuai dengan aturan yang berlaku, para penyeberang jalan patuh terhadap tanda yang ada begitu juga dengan pengendara mobilnya. Dari penglihatan saya, jalanannya nyaman dengan tidak ada hiruk pikuk, saling terburu-buru atau saling serobot, sehingga orang lebih nyaman berjalan kaki untuk mencapai tujuannya atau naik kendaraan umum. Padahal udaranya panas seperti Jakarta juga.

Beranjak sedikit dari hotel Best Western, yang berada persis di seberangnya, ada pertokoan dan restoran yang membentang sepanjang satu kilometer dengan nama Bonifacio High Street. Dengan arsitektur lebih ke open air dimana sederet pertokoan dan restorannya saling menghadat taman yang lebar dengan bunga dan air mancur yang cantik sekali. Dan para pengunjung itu berjalan menyusuri selasar pertokoan atau cafe sampai mendapatkan tempat yang mereka tuju. Tentu tertata dan bersih serta saya tidak melihat ada orang yang hanya nongkrong tidak punya tujuan. Yang kalau di Jakarta banyak ditemui anak remaja yang melakukannya. Dengan toko-toko yang menjual produk fasyien bermerk dan cafe waralaba internasional, tentu banyak menggoda iman untuk merogoh kantong untuk membelinya. Sungguh kawasan ini sangat nyaman bagi yang mengunjunginya. Tidak heran kalau banyak expatriat tinggal dan beraktifitas di kawasan ini.

Bonifacio terletak antara Bandara internasional Ninoy Aquino dengan Makati di pusat kota Manila. Jadi jarak tempuh dari bandara ke Bonifacio hanya 15 menit saja. Begitu juga dari Bonifacio ke Makati, hanya 15 menit saja. Orang Manila bilang ‘macet’ tapi kalau di Jakarta itu hanya beberapa kendaraan yang antri ke belakang menunggu lampu merah. Sebenarnya bukan macet kalau begitu.

Saya berpikir, ‘kok di sepetak kawasan Manila di Bonifacio ini berbeda banget keadaanya dengan bagian lainnya di Manila apalagi di Jakarta?’. Saya merasakan berada di kawasan Bonifacio ini sama dengan berada di Sidney Australia. Mungkin saja karena budaya masyarakat Filipina lebih condong mencontoh ke Eropa atau Amerika karena dulunya para bangsa Eropa itu keras mengajari kedisiplinan, berbeda dengan Jakarta yang lebih condong dan mirip keadaan di New Delhi-India. Karena kebudayaan dan perilaku masyarakatnya lebih mirip dengan budaya New Delhi khususnya, India umumnya.

Bisakah Jakarta atau kota satelitnya membangun seperti Bonifacio ini?
Bonifacio di Taguig Filipina dalam giat pembangunan
 
Hotel Best Western-Bonifacio-Taguig
Jalanan tertib dan tidak riuh
Tata kota nya bagus
Disiplin dan budaya antrinya kuat
Kawasan Bonifacio High Street yang nyaman
Cafe nya menggoda selera
Tamannya apik
Beragam seafood juga tersedia
Minuman beralkohol dijual bebas
Cafe banyak dimana mana

 
 
Read More --►

Selasa, 19 Februari 2013

Pindah Tempat Duduk di Pesawat Harus Bayar Lagi

Ketika ada tujuan kunjungan ke Manila Filipina, sponsor memberi tiket Philippine Airlines dan transit di bandara Changi Singapore. Pesawat yang digunakan Philippines Airlines adalah jenis Airbus A320-200, berbeda dengan kebanyakan pesawat maskapai penerbangan di Indonesia yang mayoritas menggunakan pabrikan Boeing. Interior Airbus terkesan lebih lapang karena pemilihan warna yang cerah yaitu perbaduan antara biru dengan putih, walaupun sebenarnya ukuran lebar tempat duduk termasuk kesempitan. Perangkat screen video-nya bukan yang personal yang umum di pesawat Boeing menempel di belakang headrest tetapi di Airbus in, screen videonya menempel di plafon dimana program tayangan diatur secara terpusat.
Penerbangan rote pertama dari Jakarta ke Singapore ditempuh selama 1 jam 20 menit dan kami hanya diberi satu potong roti kecil dengan air mineral dan orange jus dalam cup kecil. Pada penerbangan kali ini, tempat duduk hanya terisi seperlima-nya. Masih banyak tempat duduk yang kosong. Karena di kursi sejajar saya ada teman lain, saya ingin pindah ke banyak kursi yang masih kosong. Kebetulan persis di belakang saya adalah kursi emergency yang cukup lebar dibanding kursi asal kami dan kosong. Ketika sudah duduk di kursi emergency itu, saya dihampiri salah satu pramugari dan pramugari memberi tahu: ‘kalau anda mau duduk di kursi emergency ini, anda harus nambah sebesar 20$US untuk penerbangan Jakarta-Singapore’. Wah, saya agak malu sedikit dan engga jadi dech pindah tempat duduknya. Kemahalan untuk penerbangan dengan minim fasilitas ini.
Pesawai Philippine Airline di Bandara Ninoy Aquino di Manila


Terkesan lapang
Padahal ukuran lebar kursinya sempit juga
Pramugari Philippine sedang bertugas
Penerbangan internasional tetapi hanya satu potong roti yang didapat

Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving