Deswita Alifia Damayanti

Perempuan, 8 tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>meditasi09.blogspot.com
=>deswitaku.blogspot.com
=>sangsurya09.blogspot.com
=>deswita16@gmail.com
::
Start
Deswita Alifia D™ Vivi
Shutdown

Navbar bawah

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label pantai anyer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pantai anyer. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Oktober 2012

Menikmati Pantai Anyer di Sore Hari


Pantai Anyer di Banten sebenarnya memiliki keindahan yang tak kalah dari pantai-pantai lainnya yang sudah dikenal luas di Indonesia. Apalagi letak pantai yang membentang sekitar 8 km ini sangat dekat dari Jakarta. Namun kedekatan dengan Jakarta bukan jaminan akses ke pantai ini dapat dilalui dengan lancar. Sudah bertahun-tahun jalan menuju Pantai Anyer mengalami rusak parah. Baik melalui jalan utama dari Cilegon Barat maupun dari jalan tembus Serang Timur-Ciwandan. Betul, jalan ke arah Anyer cepat rusak dikarenakan lalu lalangnya truk-truk berat yang melebihi tonase yang diperbolehkan. Tetapi tetap sebaiknya jalan akses ke Pantai Anyer ini mendapat perhatian lebih.
Pantai Anyer-nya sendiri memiliki keindahan yang lebih, nuansa pedesaan dengan kehangatan penduduknya adalah sebagian dari daya tariknya. Belum lagi di Pantai Anyer ini dikarunia ada yang pantainya yang berpasir putih dan ada yang berpantai karang. Dua-duanya sama-sama menarik. Di pantai yang berkarang, kita dapat menikmati miniatur ekosistem terumbu karang sambil memperhatikan berbagai biota kecil yang berwarna warni yang ada di dalamnya. Cukup menyenangkan dan tidak perlu menyelam yang memerlukan keahlian khusus.
Pada sore hari, dengan suasana sunyi dan langit berubah warna dari keemasan ke sedikit memerah, Pantai Anyer menjadi begitu romantis yang indah untuk dinikmati. Berbagai sudut memancarkan pemandangan spektakuler untuk kami-kami yang jarang sekali bertemu dengan suasana sunset.
Pantai Anyer bisa saja menjadi tujuan wisata domestik maupun manca negara, asal jalan / aksesnya diperbaiki, lingkungan akses ditata ulang agar tidak kelihatan kumuh dan kotor, peningkatan pengelolaan limbah industri di sekitar pantai ini, dan adanya sosialisasi yang benar tentang tsunami. Sebagaimana diketahui bahwa wilayah yang berdekatan dengan pantai Anyer ini adalah berderet-deretnya kawasan industri dan industri yang tentunya harus diawasi secara ketat agar limbah yang dihasilkannya tidak langsung dibuang ke laut tetapi harus melalui tahapan pengolahan sesuai standar baku yang ada sehingga tidak menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan laut yang ada. Dan yang penting lagi adalah adanya issue tsunami, yang mana sedikit banyak telah mengurangi keinginan wisatawan untuk berkunjung ke pantai Anyer ini. Dan sampai saat ini belum ada pengetahuan ilmiah yang bisa memprediksi kapan akan datangnya tsunami, sama seperti halnya kapan akan terjadinya gempa. Yang penting adalah bagaimana di wilayah-wilayah rawan tsunami dapat ditata dengan benar baik untuk bentuk bangunannya itu sendiri maupun dalam hal tata ruangnya. Semoga kita terus dapat menikmati pantai Anyer ini.
Akses ke Pantai Anyer tidak bagus





Lebih mengesankan kekumuhan
Sepenggal Pantai Anyer
Sore hari yang menyenangkan
Indahnya

Sunset nan indah
Suasana romantis
Indahnya Sore Hari



Read More --►

Rabu, 03 Oktober 2012

Mencari Gurita di Pantai Anyer


Gurita (Octopus vulgaris sp) salah satu hewan laut yang banyak dicari orang untuk pangan mereka yang bergizi tinggi. Untuk orang Jepang atau Korea , gurita ini dimakan biasa dimakan mentah sebagai sashimiyang tentunya membutuhkan gurita yang segar dan didapat dari wilayah yang sehat yang bebas dari cemaran. Habitat gurita adalah di ekosistem terumbu karang, berair jernih dan lautan. Atas dasar habitat kesukaan itu, kami sengaja ke Pantai Anyer di Banten untuk mencari gurita tersebut.
Pagi-pagi dengan ditemani Pak Erwin yang sudah 20 tahun berprofesi sebagai pencari gurita di sekitaran Pantai Anyer. Modal kami hanya joran pancing yang panjangnya 2,5 meter tapi tali pancingnya pendek saja. Umpan yang digunakan adalah kepiting kecil-kecil yang seukuran kuku jari yang dirangkai dari sebanyak 5 - 7 kepiting. Cara memancing gurita adalah dengan cara berjalan menyusuri genangan-genangan kecil diantara hamparan karang dimana pancing yang berisi umpan tersebut dicelupkan sebentar kemudian diangkat, demikian seterusnya. Jadi tidak berlama-lama di satu tempat yang sama, berbeda dengan cara mancing biasa. Kalau di sekitar tempat mancing ada gurita maka dengan adanya aroma daging umpan, secara cepat gurita akan menubruknya. Dan dapatlah kita gurita tersebut. Hal itulah yang menjadikan saya asyik ikut memancing gurita.
Gurita berada diantara terumbu karang yang berair jernih. Musim baik untuk memancing gurita adalah pada bulan Juli sampai Oktober seperti sekarang, kalau bulan Januari dan seterusnya atau bersamaan dengan musim barat dimana air laut nya juga berwarna ‘butek’, saat seperti ini gurita tidak akan didapatkan.
Ukuran gurita yang tertangkap umumnya sebesar 2 jari orang dewasa. Pak Erwin dalam sehari setidaknya bisa mendapatkan 10 ekor. Dan kalau ada pembelinya, harga dari gurita itu =Rp 5000,- per ekornya. Kalau tidak ada pembelinya, gurita tersebut dimasak sendiri oleh keluarga Pak Erwin.
Pencari gurita di Pantai Anyer ada belasan orang. Malah kalau di pantai tetangganya, di Pantai Carita, pencari gurita ini jauh lebih banyak lagi. Makanya Pak Erwin lebih memilih tempat mancingnya di Pantai Anyer.    
Pantai Anyer yang ber ekosistem terumbu karang adalah tempatnya gurita
Pak Erwin sedang mencari gurita
Mengumpulkan gurita hasil tangkapan
Gurita di dalam air dan gurita bisa berubah warna
Ukuran gurita yang tertangkap

Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving