Deswita Alifia Damayanti

Perempuan, 8 tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>meditasi09.blogspot.com
=>deswitaku.blogspot.com
=>sangsurya09.blogspot.com
=>deswita16@gmail.com
::
Start
Deswita Alifia D™ Vivi
Shutdown

Navbar bawah

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label mancing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mancing. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Oktober 2012

Racun Akar Pohon Tuba untuk Menangkap Ikan


Di Pantai Anyer, Banten, kalau sore hari dimana air laut lagi surut, banyak penduduk yang mencari ikan dengan cara menggunakan potongan akar tuba yang telah ditumbuk-tumbuk agar cairan racunnya keluar kemudian dicelupkan ke genangan air diantara terumbu karang. Dengan demikian apapun jenis ikan yang ada disitu akan mabuk kemudian diambil-lah ikan-ikan mabuk tersebut. Yang jadi persoalan adalah ikan yang didapat terdiri dari berbagai jenis dan ukuran. Sampai ikan yang sangat kecil seukuran kuku jari-pun diambilnya juga. Tentu hal tersebut tidak baik bagi lingkungan.
Penulis pernah berkunjung ke Pantai Strand di kota Townville di negara bagian Queensland-Australia. Disana orang mancing untuk rekreasi saja diatur secara ketat. Pengaturan tersebut melingkupi ikan-ikan yang boleh atau dilarang ditangkap berdasarkan: jenis ikan, jantan atau betina, ukuran, tempat, dan musim dan juga diatur bahwa setiap pemancing hanya boleh bawa 3 joran dan atau 6 mata kail. Sebagai contoh ikan baramundi/kakap yang boleh ditangkap adalah yang berukuran >10 inc bagi yang jantan. Apabila ketangkap berukuran kurang dari itu, maka ikan tangkapan tersebut harus dikembalikan ke perairan laut. Aturan mancing rekreasi dan lainnya di negara-negara maju memang rigid, itu dilakukan demi menjaga keseimbangan alam dan lingkungannya. Di negara kita tentu berat untuk bisa seperti itu, karena faktor ekonomi masyarakat masih menjadi kendala.
Para pencari ikan dengan racun akar pohon tuba banyak dilakukan oleh penduduk setempat sebagai mata pencaharian, sebagian kecil saja yang melakukannya hanya sebagai rekreasi atau iseng.
Pantai Anyer
Sepenggal ekosistem karang di pantai Anyer
Nelayan sedang mencelupkan racun tuba
Anak-anak mencari ikan dengan racun akar pohon tuba
Ikan sangat kecil-pun diambil juga
Anak moa yang sudah mabuk kena racun tuba
Ikan tangkapan hasil diracun
Berbagai jenis dan ukuran yang didapat dari tangkapan
Sebagian aturan memancing di negara bagian Queensland-Australia
Di pantai Queensland yang biasa digunakan untuk mancing disediakan alat ukur ikan

Read More --►

Rabu, 03 Oktober 2012

Mencari Gurita di Pantai Anyer


Gurita (Octopus vulgaris sp) salah satu hewan laut yang banyak dicari orang untuk pangan mereka yang bergizi tinggi. Untuk orang Jepang atau Korea , gurita ini dimakan biasa dimakan mentah sebagai sashimiyang tentunya membutuhkan gurita yang segar dan didapat dari wilayah yang sehat yang bebas dari cemaran. Habitat gurita adalah di ekosistem terumbu karang, berair jernih dan lautan. Atas dasar habitat kesukaan itu, kami sengaja ke Pantai Anyer di Banten untuk mencari gurita tersebut.
Pagi-pagi dengan ditemani Pak Erwin yang sudah 20 tahun berprofesi sebagai pencari gurita di sekitaran Pantai Anyer. Modal kami hanya joran pancing yang panjangnya 2,5 meter tapi tali pancingnya pendek saja. Umpan yang digunakan adalah kepiting kecil-kecil yang seukuran kuku jari yang dirangkai dari sebanyak 5 - 7 kepiting. Cara memancing gurita adalah dengan cara berjalan menyusuri genangan-genangan kecil diantara hamparan karang dimana pancing yang berisi umpan tersebut dicelupkan sebentar kemudian diangkat, demikian seterusnya. Jadi tidak berlama-lama di satu tempat yang sama, berbeda dengan cara mancing biasa. Kalau di sekitar tempat mancing ada gurita maka dengan adanya aroma daging umpan, secara cepat gurita akan menubruknya. Dan dapatlah kita gurita tersebut. Hal itulah yang menjadikan saya asyik ikut memancing gurita.
Gurita berada diantara terumbu karang yang berair jernih. Musim baik untuk memancing gurita adalah pada bulan Juli sampai Oktober seperti sekarang, kalau bulan Januari dan seterusnya atau bersamaan dengan musim barat dimana air laut nya juga berwarna ‘butek’, saat seperti ini gurita tidak akan didapatkan.
Ukuran gurita yang tertangkap umumnya sebesar 2 jari orang dewasa. Pak Erwin dalam sehari setidaknya bisa mendapatkan 10 ekor. Dan kalau ada pembelinya, harga dari gurita itu =Rp 5000,- per ekornya. Kalau tidak ada pembelinya, gurita tersebut dimasak sendiri oleh keluarga Pak Erwin.
Pencari gurita di Pantai Anyer ada belasan orang. Malah kalau di pantai tetangganya, di Pantai Carita, pencari gurita ini jauh lebih banyak lagi. Makanya Pak Erwin lebih memilih tempat mancingnya di Pantai Anyer.    
Pantai Anyer yang ber ekosistem terumbu karang adalah tempatnya gurita
Pak Erwin sedang mencari gurita
Mengumpulkan gurita hasil tangkapan
Gurita di dalam air dan gurita bisa berubah warna
Ukuran gurita yang tertangkap

Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving