Deswita Alifia Damayanti

Perempuan, 8 tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>meditasi09.blogspot.com
=>deswitaku.blogspot.com
=>sangsurya09.blogspot.com
=>deswita16@gmail.com
::
Start
Deswita Alifia D™ Vivi
Shutdown

Navbar bawah

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label pulau putri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pulau putri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 November 2012

Snorkeling dan Diving di Pulau Putri-Kepulauan Seribu

Banyak program wisata yang ditawarkan ke pengunjung pulau Putri, tentu ada yang gratis dan ada yang mesti bayar. Bagi yang suka nyelam atau diving, yang suka snorkeling, naik kano, naik banana boat, ada tersedia disini. Tarifnya beda-beda, dari naik kano yang bayar Rp 50 ribu /orang/30 menit sampe Rp 500 rb/orang untuk diving/nyelam. Kalau untuk nyelam, dive site-nya agak jauh dan berada dekat pulau Matahari jadi harus naik boat lagi. Saya yang tidak bisa diving, karena itu saya pilih naik  glass bottom boat saja untuk bisa melihat dunia bawah air di sekitaran pulau Putri. Program ini gratis lagi. Perahu berkapasitas 20 orang dengan interior dipasangi kaca jendela dan dengan jendela kaca ini kita dapat melihat isi laut sekitaran pulau Putri. Perahu ini berjalan menyusuri tebing karang di sekitar pulau Putri  selama 30 menit. Memang pemandangan karang  tidak seindah yang ada di dive site pulau Matahari malahan terlihat sebagian karangnya telah rusak, baik karena akibat pemutihan / corral bleching ataupun karena ulah manusia. Namun demikian dengan menggunakan perahu glass bottom ini setidaknya kita telah mengetahui bagaimana keadaan ekosistem terumbu karang di sekitaran pulau Putri-Kepulauan Seribu.
Perahu bottom glass dimana lewat jendela kaca, kami dapat melihat karang
Kondisi yang lumayan bagus
Karang yang rusak
Sebagian besar memang kondisinya sudah rusak
Yang masih relatif bagus harus segera dirawat

Read More --►

Jumat, 09 November 2012

Sunset Cruise di Pulau Putri-Kepulauan Seribu

Apabila kita nginep di Pulau Putri Resort di Kep. Seribu, pada jam 17.15 disediakan perahu kayu yang akan membawa kita melihat sunset dari sekitar pulau-pulau kecil di gugusan pulau yang ada di sekitaran Pulau Putri.dan pada Jumat sore itu yang tertarik untuk ikut tur sunset ini hanya beberapa orang saja, itu-pun sebagian besar terdiri orang asing. Orang kita umumnya lebih tertarik kepada wisata belanja daripada wisata alam seperti ini.
Tetapi ketika kita di atas perahu yang berjalan diantara gugusan pulau kecil dalam sinar temaram sore, apalagi mendekati saat sunset ada, suasananya amazing, begitu romantis dan membawa pikiran kita kepada begitu hebatnya negeri kita ini. Kami-pun yang menyaksikan matahari terbenam ini saling diam, saking kagumnya akan keindahan warna dan suasana yang berbeda. Kami sangat terkesan.
Sunset cruise ini dilakukan setiap sore dengan menggunakan perahu yang berjalan menyelusuri pulau-pulau kecil. Itulah kenapa wisata ini dinamakan sunset cruise tour. Namun sayang, perahu yang digunakan adalah perahu biasa dimana peserta tur ini boleh berdiri atau mau duduk di lantai kayu perahu yang masih kotor dari sisa-sisa membawa logistik hotel juga boleh. Mungkin kalau dikemas perahunya dengan menambahkan kursi dan meja dan pesertanya bisa pesan minuman atau makanan ringan. Jadi menyaksikan sunset bisa sambil minum cola atau kopi. Tentu suasananya akan lain lagi dan lebih eksklusif. Contoh menyaksikan sunset sambil minum-minum adalah di Rockbar-Uluwatu atau di Tanah Lot yang ke duanya berada di Bali.
Paket sunset cruise ini berahir dengan kembalinya perahu kami ke dermaga pulau Putri sekitar pukul 18.30 seiring dengan sudah terbenamnya matahari.
Dengan naik perahu kayu, kami siap mengikutu sunset cruise tour

Perlahan pulau Putri makin menjauh
Aku duduk di atap perahu, agar dapat leluasa menikmati sunset
Kehadiran sunset semakin dekat
Sunset diantara dua pulau kecil
Sunset di atas pulau kecil terus tenggelam diantara awan
Kami kembali ke hotel


Read More --►

Kamis, 08 November 2012

Berwisata ke Kepulauan Seribu

Ketika ada teman yang mengajak kami untuk pergi wisata ke Kepulauan Seribu, tanpa tedeng aling-lang langsung kami setuju. Karena memang sudah lama saya tidak berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Seribu yang berada di DKI Jakarta. Terahir saya datang di Kepulauan Seribu sekitar pertengahan tahun 2007. Alangkah senangnya ketika ada yang menawari untuk pergi ke Kepulauan Seribu yang sebenarnya pulau-pulau kecil-nya berjumlah 108 pulau bukan seribu.
Jam 8 pagi kami harus sudah berada di Marina Ancol dermaga 9, sesuai jadwal keberangkatan kapal yang akan ke Pulau Putri. Pulau Putri adalah salah satu pulau wisata di Kepulauan Seribu. Sebagaimana diketahui dari 108 pulau kecil di Kepulauan Seribu, tidak semuanya dimanfaatkan untuk kegiatan wisata. Ada yang dijadikan sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu, ada yang dijadikan wilayah konservasi, ada yang dijadikan tempat tinggal pribadi dan lain-lainnya. Pk 08.30 kapal kami yang berpenumpang 48 orang dari kapasitas 60 penumpang segera meninggalkan dermaga Marina Ancol. Kemudian tak berapa lama, terhiruplah udara laut yang segar, rasanya plong paru-paru ini. Bagaimana tidak? Setiap saat kami yang tinggal di Jakarta selalu mengisap udara polusi. Hari ini diibaratkan sebagai acara menguras udara kotor yang ada di dalam sistem pernafasan tubuh kami. Selewat satu km dari pantai dimana air laut-pun sudah mulai terlihat jernih, kami menyaksikan banyak perahu nelayan sedang giat menangkap ikan. Mereka umumnya menggunakan perahu ukuran kecil dan menggunakan alat tangkap berupa jaring insang. Suatu alat tangkapyang masuk katagori sederhana. Namun ada juga alat tangkap bagan yang didudukan di atas perahu yang agak besaran. Jadi tidak menggunakan bambu yang menancap di dasar laut, seperti bagan jaman dulu. Yang ini lebih mobile dan diperlukan biaya besar untuk membuatnya. Lampu-lampunya ada disana-sini yang dipasang dalam jumlah yang banyak sekali. Alat tangkap ikan ini beroperasi pada malam hari dengan cara menyalakan lampu-lampunya, sehingga ikan phototaktis positif atau yang menyenangi sinar, tentu akan berkerumun mendekat dan tinggal ditangkap oleh nelayan bagan-nya tersebut. Kami juga bertemu dengan kapal-kapal ukuran besar yang melintas dari dan ke pelabuhan Tanjung Priok. Tentu juga kami bertemu dengan pulau-pulau kecil nan indah-indah dari  berbagai ukuran.
Perjalanan ke Pulau Putri dimana letak pulau ini hampir berada paling utara atau paling jauh dari serangkaian pulau di Kepulauan Seribu ditempuh dalam 1,5 jam dengan jarak 70 km. Kapal kami menggunakan 4 mesin tempel yang berdaya masing-masing 250 pk. Perjalanan 1,5 jam itu jadinya tak terasa karena kami disuguhi udara yang segar dan pemandangan yang menawan. Jam 10 kami tiba di dermaka Pulau Putri dan disambut oleh tari Pendet dari Bali. Lho? Katanya pemandu wisata kami; itu karena pemilik resort Pulau Putri ini adalah orang bali. Ohh begitu toch.
Tarif wisata ke pulau Putri ini kalau week day adalah Rp 800 rb per orang, tapi kalau nginep 1,5 juta/orang/malam.
Dermaga Marina Ancol tempat keberangkatan kapal ke Kepulauan Seribu
Pulau Putri tujuan kami, berjarak 70 km dan ditempuh selama 1,5 jam
Kapal kami yang berkapasitas 60 penumpang segera melaju ke tujuan
Bertemu banyak perahu nelayan yang sederhana
Melintasi beberapa pulau kecil
Berpapasan dengan kapal tangker
Bagan yang kami lihat
Sudut ujung pulau Putri yang mulai tampak
Setelah 1,5 jam perjalanan, kami sampai di pulau Putri

Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving