Deswita Alifia Damayanti

Perempuan, 8 tahun

Kudus, Indonesia

SELAMAT DATANG DI BLOG PERJALANANKU, MY LIFE MY BLOG adalah blog yang menceritakan semua yang saya suka, Inspirasi, dan Motivasi.Selamat bergabung di blog saya, semoga bisa jadi motivasi dan inspirasi bagi anda yang membacanya Semoga Bermanfaat.

Visit My Blog :
=>meditasi09.blogspot.com
=>deswitaku.blogspot.com
=>sangsurya09.blogspot.com
=>deswita16@gmail.com
::
Start
Deswita Alifia D™ Vivi
Shutdown

Navbar bawah

Search This Blog

Tampilkan postingan dengan label restocking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label restocking. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Februari 2016

Pedoman Pengkayaan Populasi Kima (Tridacnae)

https://www.scribd.com/doc/299850736/Pedoman-Pengkayaan-POPULASI-KIMA-Tridacnae (Link Download)




Populasi kima (Tridacnae) di dunia maupun di perairan Indonesia sudah diambang kepunahan, maka dari itu, seluruh jenis kima yang ada di perairan laut Indonesia yang terdiri dari 7 jenis sudah berstatus dilindungi yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999.
Oleh sebab populasi kima di perairan alaminya sudah menurun drastic, maka salah satu cara untuk memulihkan kondisi populasinya adalah melalui ‘pengkayaan populasi’. Pengkayaan populasi diartikan sebagai; penglepasan ikan/biota akuatika hasil budidaya pada berbagai stadium dan umur ke dalam suatu wilayah perairan atau ekosistem tertentu untuk meningkatkan pasokan alami anak anak ikan/biota dan untuk mengoptimalkan pemanenan benih benih ikan sebagai cara untuk mengatasi keterbatasan recruitment. ‘pengkayaan populasi’ berdimensi jangka pendek dibandingkan dengan upaya ‘restoking’. Restoking diartikan sebagai penebaran kembali jenis ikan asli/local pada berbagai stadia dan umur kedalam populasi alam perairannya untuk memulihkan biomasa induk yang hampir punah sampai pada suatu tingkat populasi tertentu.
Buku pedoman Pengkayaan Populasi Kima (Tridacnae) disusun dengan tujuan untuk memberikan acuan dalam pengkayaan populasi kima secara benar.

Kima (Tridacnae) yang Merupakan Biota Perairan Laut
 
Indonesia Memilik 7 Jenis Kima

Kima atau Giant Clams yang ada di Peraiaran Kalimantan Barat
Kima Raksasa

Read More --►

Selasa, 09 Februari 2016

Pedoman Pengkayaan Populasi Kuda Laut

Pedoman Pengkayaan Populasi Kuda Laut (link download)

Upaya pelestarian adalah serangkaian kegiatan konservasi yang dilakukan dengan tujuan untuk menambah atau meningkatkan jumlah individu baru dalam populasi suatu jenis dan juga upaya untuk mempertahankan jumlah individu dalam suatu populasi. Secara umum, upaya pelestarian dapat dilakukan melalui kegiatan restoking (penebaran kembali) jenis ikan asli/lokal ke habitat alam. Agar pelaksanaan restoking berlangsung baik dan tidak merusak keanekaragaman hayati, maka dibutuhkan panduan tata cara restoking jenis ikan terancam punah.
Buku Pedoman Pengkayaan Populasi Kuda Laut ini disusun dalam upaya memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan tentang jenis kuda laut (Hippocampus spp.), khususnya terkait dengan upaya menjaga kelestariannya. Meningkatnya permintaan kuda laut terutama untuk ekspor menyebabkan produksi kuda laut hasil tangkapan di alam semakin terbatas dan jauh dari jumlah kebutuhan pasar. Gejala eksploitasi yang berlebihan ini mengakibatkan turunnya populasi kuda laut di alam. Oleh karena itu upaya-upaya konservasi terhadap kuda laut ini perlu dilakukan salah satunya melalui upaya pengkayaan populasi di alam (restoking).
Besar harapan kami, dengan disusunnya pedoman ini, tercipta kesamaan persepsi terkait definisi, konsep, pelaksanaan, dan monitoring dalam kegiatan restoking, sehingga para pemangku kepentingan dapat mengembangkan beragam upaya perlindungan dari kuda laut ini, yang selanjutnya dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Buku: Pedoman Pengkayaan Populasi Kuda Laut

Read More --►

Pedoman Pengkayaan Populasi Lola


Pedoman Pengkayaan Populasi Lola (link download)

Upaya pelestarian adalah serangkaian kegiatan konservasi yang dilakukan dengan tujuan untuk menambah atau meningkatkan jumlah individu baru dalam populasi suatu jenis dan juga upaya untuk mempertahankan jumlah individu dalam suatu populasi. Secara umum, upaya pelestarian dapat dilakukan melalui kegiatan restoking (penebaran kembali) jenis ikan asli/lokal ke habitat alam. Agar pelaksanaan restoking berlangsung baik dan tidak merusak keanekaragaman hayati, maka dibutuhkan panduan tata cara restoking jenis ikan terancam punah.
Buku Pedoman Pengkayaan Populasi Lola ini disusun dalam upaya memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan tentang jenis lola (Trochus niloticus), khususnya terkait dengan upaya menjaga kelestariannya. Lola telah mengalami penurunan populasi akibat dari penangkapan yang berlebih. Oleh karena itu upaya-upaya konservasi terhadap lola ini perlu dilakukan.
Besar harapan kami, dengan disusunnya pedoman ini, tercipta kesamaan persepsi terkait definisi, konsep, pelaksanaan, dan monitoring dalam kegiatan restoking, sehingga para pemangku kepentingan dapat mengembangkan beragam upaya perlindungan dari lola ini, yang selanjutnya dapat dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Buku: Pedoman Pengkayaan Populasi Lola

Read More --►

Selasa, 02 Februari 2016

Buku Pedoman Pengkayaan Populasi Kima (Tridacnae)

Buku Pedoman Pengkayaan Populasi Kima (Tridacnae) (download) atau

https://www.scribd.com/doc/299850736/Pedoman-Pengkayaan-POPULASI-KIMA-Tridacnae



Populasi kima (Tridacnae) di dunia maupun di perairan Indonesia sudah diambang kepunahan, maka dari itu, seluruh jenis kima yang ada di perairan laut Indonesia yang terdiri dari 7 jenis sudah berstatus dilindungi yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999.
Oleh sebab populasi kima di perairan alaminya sudah menurun drastis, maka salah satu cara untuk memulihkan kondisi populasinya adalah melalui ‘pengkayaan populasi’. Pengkayaan populasi diartikan sebagai; penglepasan ikan/biota akuatika hasil budidaya pada berbagai stadium dan umur ke dalam suatu wilayah perairan atau ekosistem tertentu untuk meningkatkan pasokan alami anak anak ikan/biota dan untuk mengoptimalkan pemanenan benih benih ikan sebagai cara untuk mengatasi keterbatasan recruitment. ‘pengkayaan populasi’ berdimensi jangka pendek dibandingkan dengan upaya ‘restoking’. Restoking diartikan sebagai penebaran kembali jenis ikan asli/local pada berbagai stadia dan umur kedalam populasi alam perairannya untuk memulihkan biomasa induk yang hampir punah sampai pada suatu tingkat populasi tertentu.
Buku pedoman Pengkayaan Populasi Kima (Tridacnae) disusun dengan tujuan untuk memberikan acuan dalam pengkayaan populasi kima secara benar.


Read More --►

Selasa, 28 Juli 2015

Restoking Dapat Mempertahankan Keanekaragaman Jenis Ikan?



Jumlah Jenis Ikan di Indonesia
Jumlah jenis ikan di dunia diperkirakan ada 40.000 jenis yang terdiri dari 13.000 jenis ikan air tawar. Di Indonesia terdapat 8000 jenis ikan dimana terdiri dari 6700 jenis ikan laut dan 1300 jenis ikan air tawar. Di tingkat dunia, dari 40.000 jenis ikan yang ada, sebanyak 32.800 jenis sudah dapat didiskripsikan (data sampai Juni 2014). Di Indonesia jumlah jenis ikan air tawar yang sudah dapat di-diskripsi-kan sudah mencapai 1218 jenis. Dari data tersebut, Indonesia adalah wajar jika menempati urutan kedua setelah Brazil dalam hal sebagai negara mega biodiversitas.
Tingginya keanekaragaman jenis ikan di Indonesia, di satu sisi dapat membawa berkah bagi kemajuan ekonomi nasional, namun di sisi lain, karena saking banyaknya keanekaragaman jenis yang dimiliki dapat menjadikan terlena untuk mengontrol populasinya seperti akibat penangkapan berlebih atau karena akibat dampak kegiatan manusia yang merusak lingkungannya. Masuknya jenis ikan dari luar (introduksi), baik sengaja maupun tidak sengaja, akan menambah permasalahan terhadap keberadaan / kelestarian ikan asli dan ikan endemik Indonesia. Ikan introduksi umumnya memiliki daya adaptasi yang lebih tinggi terhadap kualitas lingkungan perairan yang buruk sekalipun. Dan ikan introduksi umumnya lebih agresif dalam pemangsaan. Sehingga posisi ikan introduksi menjadi ikan pemangsa bagi ikan asli dan ikan endemik.
Status Perlindungan Jenis Ikan
Karena ketersedian data dasar dari aspek biologi dan populasi ikan asli dan ikan endemik Indonesia belum banyak, malah banyak yang berstatus data defisien (DD) sehingga kebijakan pengelolaan termasuk perlindungannya, belum banyak dilakukan.  Berbeda dengan kebijakan perlindungan untuk kelompok organisme lainnya, seperti untuk mamalia, burung, dan serangga.
Sampai saat ini baru 7 jenis ikan yang berstatus dilindungi berdasarkan PP No. 7 tahun 1999, yaitu: ikan selusur maninjau (Homaleptera gymnogaster), ikan raja laut (Latimeria menadoensis), belida jawa, lopis jawa (Notopterus spp.) hiu pari sentani (Pristis spp.), wader goa (Puntius microps), peyang malaya (Scleropages formosus), dan arowana irian (Scleropagus jardinii). Dan beberapa jenis ikan yang dilindungi dengan beberapa aspek pemanfaatannya, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan, seperti: ikan sidat (Anguilla spp.) ikan terubuk (Tenualosa macrura) dan ikan napoleon (Cheilinus undulatus). Serta beberapa jenis yang berstatus dilindungi penuh berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan, yaitu: hiu paus (Rhincodon typus), pari manta (Manta birostrisdan Manta alfredi). Baru-baru ini ada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan yang melarang ekspor hiu koboi (Carcarinus longimanus) dan 3 jenis hiu martil (Sphyrna spp.) serta pengaturan penangkapan lobster (Panulirus spp.), kepiting (Scylla spp.), dan rajungan (Portunus pelagicus).
Jenis Jenis Ikan yang Mengalami Kerentanan Kepunahan
Beberapa jenis ikan endemik dan ikan asli yang menghadapi kerentanan kepunahan, adalah dari kelompok:
1.   Kelompok ikan air tawar endemik, seperti ikan depik (Poropuntius tawarensis), ikan batak (Neolissochilus thienemanni), dan ikan bonti-bonti (Thelmatherina spp.). ikan ikan tersebut terancam punah selain karena pemanfaatan yang berlebih juga karena adanya degradasi lingkungan,
2.   Kelompok endemik ikan laut, seperi ikan banggai (Pterapogon kauderni), ikan ini terancam punah karena penangkapan yang tinggi untuk ikan hias,
3.   Ikan air tawar sebagai ikan konsumsi, yaitu ikan tapah (Wallagonia lerri), belida (Chitala lopis), ikan patin sungai (Pangasius djambal), ikan semah (Tor spp.), dan ikan sidat (Anguilla bicolor),
4.   Kelompok ikan air tawar untuk ikan hias, yaitu: arwana (scleropages formosus), ikan ridik angus (Balantiocheilos melanopterus), dan ikan botia (Chromobotia macracantha), dan
5.   Kelompok ikan laut, seperti: kelompok tuna (Thunnus spp.), ikan napoleon (Cheilinus undulatus), dan beragam ikan hiu dan pari. 
Upaya Restoking 
Upaya mempertahankan keberadaan / keanekaragaman hayati jenis ikan adalah melalui pengkayaan stok ikan (stock enhancement). Pengkayaan stok ikan dapat dilakukan melaui 2 cara, yaitu; introduksi dan restoking. Introduksi adalah mendatang jenis ikan lain dari luar habitat ke dalam perairan baru. Cara ini umumnya dilakukan untuk olah raga mancing, namun cara ini sangat beresiko tinggi terhadap ekosistem perairan tersebut. Cara berikutnya adalah melalui restoking atau restocking, yakni dengan cara memperbanyak jenis ikan liar (wild stock) melalui domestikasi atau pembudidayaan, kemudian anakannya atau stadia yang lebih besar untuk dikembalikan ke alam habitat aslinya. Restoking memiliki kepentingan khusus dalam mempertahankan keanekaragaman hayati (biodiversitas). Oleh sebab itu, restoking bekerja sepenuhnya dengan ikan liar asli (native wild stock) dari suatu habitat perairan, yang mana sebagian dari populasinya diambil untuk dipijahkan dan anakannya dikembalikan ke habitat aslinya. Upaya restoking sering ditekankan untuk jenis ikan endemik dan ikan asli yang mengalami kerentanan kepunahannya.

(Bahan tulisan diambil dari: Buku Pedoman Umum Restoking Jenis Ikan Terancam Punah, yang disusun oleh: Didi Sadili, Haryono, M. Mukhlis Kamal, Sarmintohadi, Ihsan Ramli. Terbitan Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau Pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan. 2015)   
Buku Pedoman Umum Restoking Jenis Ikan Terancam Punah

Read More --►
Energy Saving Mode
Gunakan Mouse untuk Keluar Mode Energy Saving